Kemenko PM Gandeng Alumni UT, Fokus Dorong Kerja, UMKM, dan Pendidikan Warga

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Kemenko PM Gandeng Alumni UT, Fokus Dorong Kerja, UMKM, dan Pendidikan Warga Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.(Dok. Kemenko PM)

MENTERI Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa agenda pengentasan kemiskinan tidak bisa terus bertumpu pada pola support sosial semata. Pemerintah, kata dia, sekarang mendorong pendekatan nan lebih tajam ialah menggeser konsentrasi dari pola karitatif menuju pemberdayaan nan menciptakan akibat jangka panjang.

Penegasan itu disampaikan Muhaimin saat membuka Seminar Nasional Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) di Syariah Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Kamis (9/4). Dalam forum tersebut, dia juga menggarisbawahi peran strategis alumni Universitas Terbuka sebagai kekuatan sosial nan bisa langsung menyentuh masyarakat di beragam daerah.

“Pengentasan kemiskinan kudu ditopang oleh pembuatan lapangan kerja dan kesempatan upaya nan luas bagi masyarakat,” tegas Muhaimin.

Menurutnya, support sosial tetap krusial sebagai perlindungan dasar bagi golongan rentan. Namun, tanpa penguatan kapabilitas masyarakat, akses pendidikan, kesempatan usaha, dan ekosistem kerja nan lebih luas, upaya pengurangan kemiskinan berisiko berakhir pada solusi jangka pendek.

Dalam konteks itu, pemerintah memandang alumni Universitas Terbuka sebagai aset besar. Jumlah alumni nan telah mencapai sekitar 2,3 juta orang dinilai menjadi modal sosial nan kuat untuk memperluas program pemberdayaan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Muhaimin menyebut, sebaran alumni UT di beragam sektor dan wilayah Indonesia bisa menjadi jaringan efektif untuk mengakselerasi program-program pemerintah. Ia mendorong agar alumni tidak hanya menjadi bagian dari organisasi akademik, tetapi juga tampil sebagai pemasok perubahan di tengah masyarakat.

Pemerintah pun membuka ruang kerjasama nan lebih konkret. Sejumlah bagian nan didorong antara lain penguatan riset berbasis kebutuhan lapangan, penyediaan danasiwa bagi masyarakat kurang mampu, keberlanjutan pendidikan bagi lulusan Sekolah Rakyat, pengembangan UMKM alumni, hingga ekspansi jasa kesehatan preventif melalui program cek kesehatan gratis.

Muhaimin mengatakan, keterlibatan alumni menjadi krusial agar program pemberdayaan tidak berakhir pada level kebijakan, melainkan betul-betul datang dalam corak intervensi nyata nan dirasakan masyarakat.

“Kami membujuk seluruh alumni Universitas Terbuka untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia nan berdaya. Pemberdayaan masyarakat adalah petunjuk konstitusi nan kudu kita jalankan bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan nan sama, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Universitas Terbuka menandatangani nota kesepahaman sebagai langkah memperkuat sinergi kelembagaan. Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan kebijakan pemberdayaan masyarakat, termasuk menopang program prioritas Presiden Prabowo.

Muhaimin juga menekankan bahwa arah kebijakan pemerintah ke depan kudu berpijak pada prinsip keberpihakan. Ia memastikan setiap kebijakan dan anggaran negara ditujukan untuk memperbesar kapabilitas masyarakat agar bisa bangkit, mandiri, dan tidak tertinggal dalam proses pembangunan.

“Pembangunan kudu melangkah dengan prinsip keberpihakan, sehingga tidak ada satu pun rakyat nan tertinggal,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia