Kementerian LH Tekankan Pentingnya Inovasi Sosial dan Efisiensi Sumber Daya di Sektor Tambang

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Kementerian LH Tekankan Pentingnya Inovasi Sosial dan Efisiensi Sumber Daya di Sektor Tambang Ilustrasi(Dok Istimewa)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup (KLH) resmi menetapkan PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) sebagai peraih ranking PROPER Hijau untuk periode penilaian 2024–2025. Capaian ini menandai transformasi besar bagi perusahaan tambang nikel tersebut setelah selama enam tahun berturut-turut (2018–2023) tertahan di kategori Biru alias sekadar alim secara administratif.

Peringkat Hijau merupakan kategori Beyond Compliance nan diberikan kepada perusahaan nan terbukti melakukan pengelolaan lingkungan melampaui standar nan dipersyaratkan oleh regulasi.

Direktur Utama Ceria, Abdul Haris Tatang mengungkapkan bahwa keberhasilan naik kelas ke ranking Hijau merupakan hasil komitmen jangka panjang seluruh komponen perusahaan dalam mengintegrasikan operasional tambang dengan kelestarian alam.

“Pencapaian ini menjadi injakan untuk terus meningkatkan keahlian dan memberikan kontribusi nan lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Abdul melalui keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Dorong Transformasi Industri

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa instrumen PROPER sekarang telah berkembang menjadi penggerak transformasi industri nasional. Tahun ini, pertimbangan diikuti oleh 5.476 perusahaan, di mana 243 perusahaan di antaranya sukses meraih ranking Hijau, termasuk Ceria.

“PROPER mendorong perusahaan untuk tidak hanya taat, tetapi juga melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, serta kontribusi nyata kepada masyarakat,” tegas Menteri Hanif.

Ia juga memperingatkan bahwa pemerintah tidak bakal ragu melakukan penegakan norma bagi perusahaan nan tetap berada di kategori Merah maupun Hitam lantaran dinilai kandas memenuhi ketentuan perlindungan lingkungan.

Capaian ranking Hijau nan diraih Ceria didorong oleh beragam inisiatif keberlanjutan, mulai dari efisiensi daya dan air, penurunan emisi gas rumah kaca, hingga pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.

Kepala Teknik Tambang Ceria, Alpi Cekdin, menambahkan bahwa perusahaan secara konsisten menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) nan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Sudharto P. Hadi, menjelaskan bahwa standar penilaian saat ini semakin ketat dengan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Pendekatan ini menilai akibat lingkungan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir operasional perusahaan.

“Tercatat ada 1.806 penemuan lingkungan dan sosial nan dihasilkan perusahaan peserta PROPER tahun ini. Selain efisiensi, program pemberdayaan masyarakat nan dijalankan juga memberikan akibat nyata bagi kesejahteraan penduduk di sekitar wilayah tambang,” kata Sudharto. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia