ilustrasi.(dok.Pertamina)
ANALIS Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani menilai kenaikan nilai avtur merupakan akibat dari lonjakan nilai daya global, namun perlu diimbangi dengan kebijakan insentif agar tidak menekan daya beli masyarakat.
Ajib mengatakan, dinamika geopolitik global, khususnya di area Timur Tengah, tetap penuh ketidakpastian dan berpotensi memengaruhi nilai energi.
“Kenaikan avtur, di satu sisi kita memandang bahwa itu menjadi sebuah realitas. Ini menjadi sebuah akibat dengan membumbungnya nilai daya dunia,” kata Ajib saat ditemui di Jakarta, Rabu (8/4).
Menurutnya, penyesuaian nilai menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan fiskal dan ketahanan ekonomi domestik di tengah tekanan global. Meski demikian, dunia usaha berambisi pemerintah dapat memberikan kompensasi kebijakan agar akibat kenaikan avtur tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat.
“Karena jika kita lihat dinamika di Iran ini kan tetap dinamis. Kita belum tahu ujungnya. Dan tentunya untuk memitigasi kondisi fiskal kita biar lebih sehat, kondisi ekonomi domestik kita juga lebih adaptable, memang realitasnya ada beberapa nilai nan perlu diselesaikan, termasuk avtur. Tapi tentunya bumi upaya berambisi bahwa dengan ada kenaikan nilai avtur, maka diimbangi dengan insentif di sisi lain,” katanya.
Ajib menekankan bahwa kenaikan nilai tiket pesawat sebagai akibat dari naiknya avtur sebaiknya tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen lantaran berpotensi menekan mobilitas dan perputaran ekonomi.
Ia menyarankan sejumlah opsi insentif nan dapat dipertimbangkan pemerintah, mulai dari subsidi pajak hingga penyesuaian biaya operasional industri penerbangan.
“Sehingga kemudian, agar pengaruh dari kenaikan avtur ini tidak berkapak secara sensitif dan secara dalam ke nilai tiket, tentunya kita butuhkan insentif dari pemerintah. Contoh, adanya PPN bisa ditanggung oleh pemerintah misalnya. Itu juga kita butuhkan. Misalnya gimana harga-harga suku cadang pesawat juga ada adjustment, ada insentif nan tepat misalnya. Sehingga kemudian, kenaikan nilai avtur bisa terkompensasi dengan insentif tersebut,” tambahnya.
Ajib menegaskan, langkah penyeimbangan tersebut krusial agar aktivitas ekonomi tetap terjaga. “Poinnya adalah bumi upaya dan tentunya masyarakat mengharapkan agar hanya kenaikan nilai avtur tidak memberikan bangunan terlalu dalam pada perekonomian kita dengan hanya perputaran orang nan bisa tetap relatif normal,” pungkasnya. (Fal/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·