Ketimpangan dan Middle Income Trap Disorot di Tengah Pelemahan Rupiah ke Rp17.663

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 21 Mei 2026 |11:39 WIB

Ketimpangan dan Middle Income Trap Disorot di Tengah Pelemahan Rupiah ke Rp17.663

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,05 persen alias 9,50 poin ke level Rp17.663 . (Foto: Okezone.com)

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,05 persen alias 9,50 poin ke level Rp17.663 pada perdagangan siang ini. Pelemahan tersebut dinilai sebagai bagian dari proses restrukturisasi ekonomi nasional, bukan sebagai tanda pelemahan esensial ekonomi.

Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC), Achmad Deni Daruri, mengatakan rupiah bakal kembali stabil terhadap dolar AS maupun mata duit dunia lainnya pada tahap berikutnya.

“Ini restrukturisasi, bukan pelemahan. Narasi nan sering muncul bahwa pelemahan rupiah mencerminkan lemahnya ekonomi adalah keliru. Depresiasi rupiah justru kudu dibaca sebagai restrukturisasi ekonomi menuju daya saing nan lebih tinggi,” kata Deni di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, dalam konteks global, andaikan Gubernur bank sentral AS nan baru, Kevin Wars, mengikuti pengarahan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan suku bunga, maka dolar AS berpotensi melemah.

“Implikasi jangka menengah dan panjangnya, setelah fase restrukturisasi, rupiah bakal lebih stabil terhadap dolar AS,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin finance lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com