Kiai Kafabihi Ingatkan Jemaah Jauhi Sifat Perusak Pahala Wukuf

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Kiai Kafabihi Ingatkan Jemaah Jauhi Sifat Perusak Pahala Wukuf Ilustrasi(Dok MCH 2026)

MUSRIF Diny Kementerian Haji dan Umrah RI nan juga Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Abdullah Kafabihi Machrus Ali, mengingatkan jemaah haji untuk menjauhi sejumlah perkara nan dapat merusak pahala saat penyelenggaraan wukuf di Arafah. Langkah antisipasi ini dinilai krusial agar ibadah nan ditunaikan jamaah melangkah secara maksimal.

"Ada suatu perkara-perkara nan bisa merusak pahala, seperti misalnya riya, pamer agar ibadahnya bisa dialem (dipamerkan) sama orang. Kemudian sifat ujub alias merasa dirinya hebat, punya kemampuan, itu ujub. Terus sifat sombong, takabur. Itu merupakan sifat al-muhlikat ya, sifat nan merusak pahala," kata Kiai Kafabihi di Mekah.

Guna meraih kesempurnaan ibadah di padang Arafah, dia menekankan pentingnya menanamkan ketulusan dan keikhlasan di dalam hati setiap jamaah.

“Kita kudu husnudzon kepada Allah, jangan sampai kita suudzon alias berprasangka jelek kepada Allah," lanjutnya.

Hindari Gawai

Selain menjaga kebersihan hati, Kiai Kafabihi juga mengimbau jemaah haji agar bijak dalam menggunakan teknologi, salah satunya dengan menghindari penggunaan telepon seluler (HP) alias gawai saat prosesi wukuf berlangsung.

Waktu antara pukul 12.00 siang hingga datangnya waktu Maghrib pada Yaumul Arafah (9 Dzulhijjah) merupakan momentum sakral di mana tempat dan waktu menyatu dalam kemustajaban. Oleh lantaran itu, jemaah diharapkan mengoptimalkan lama emas tersebut dengan memperbanyak doa, zikir, serta selawat.

"Kalau di Indonesia kan waktu nan mustajab itu malam hari. Kalau di Tanah Suci (saat wukuf di Arafah) adalah waktu nan mustajab dan tempat nan mustajab," jelasnya.

Ia pun berpesan agar momen langka ini dimanfaatkan untuk mengetuk pintu langit. "Gunakan untuk bermohon sebaik mungkin untuk mendoakan keluarga, diri sendiri, pemimpin, dan negara kita agar semuanya menjadi lebih baik," kata Kiai Kafabihi. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia