Kisah Pondok Pengayom Satwa Merawat yang Tak Bertuan: Semua Hewan Makhluk Tuhan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Rumah Kucing untuk menyimpan kucing nan diserahkan penduduk di Pondok Pengayom Satwa, Ragunan, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Pondok Pengayom Satwa di Ragunan, Jakarta Selatan, jadi penampungan hewan piaraan nan tak lagi bertuan. Puluhan anjing dan kucing dirawat secara swadaya oleh para pengurusnya.

Admin Pondok Pengayom Satwa, Sari, mempunyai argumen tersendiri untuk merawat hewan-hewan nan tak beruntung itu.

“Kan semua hewan makhluk Tuhan juga,” ujar Sari saat ditemui, Kamis (28/5).

Sari menjelaskan, hewan-hewan itu dirawat oleh tangan petugas dengan hangat. Katanya, sebagian hewan di pelataran itu dibuang oleh pemiliknya secara diam-diam ke area pondok.

“Pembuangan dari orang pada buang ke sini. Nih, nan terlantar gini, main buang-buang aja gitu. Kasihan,” kata Sari sembari memberikan pangan dengan melantunkan angan dari mulutnya.

Meski demikian, pondok nan telah berdiri sejak 1987 ini utamanya memelihara hewan-hewan nan diserahkan secara langsung oleh pemiliknya. Ada sekitar 40 ekor anjing dan 25 ekor kucing nan dipelihara melalui prosedur tersebut.

“Kalau nan permanen kan dia udah diserahkan di sini. Jadi dia (pemiliknya) memang udah enggak bisa merawat. Salah satunya nih contoh, kadang pemiliknya udah sepuh, udah tua, alias memang udah enggak ada biaya, terus pindah rumah gitu,” ucap Sari.

Anjing nan berada di dalam kandang di Pondok Pengayom Satwa, Ragunan, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Anjing-anjing berada di kandang nan berbanjar di area tengah pondok. Mereka tampak menggonggong dan mengayunkan ekornya ketika dihampiri.

Sementara itu, kucing berada di rumah unik di dekat area pemakaman hewan. Mereka rutin diberikan makan dengan dua jenis pangan, ialah pangan kering dan basah.

“Ini makanan kering untuk selingan. Kadang kucing enggak mau makanan basah, ada nan mau makanan kering,” sebut Sari.

Kata Sari, hewan-hewan itu telah menjalani vaksin sebelum diserahkan. Penyerahan itupun bukan tanpa biaya. Untuk kucing dikenakan biaya Rp 1,5 juta, sementara untuk anjing lokal sebesar Rp 1,8 juta dan anjing ras/campuran sebesar Rp 2 juta.

Selain penyerahan hewan, Pondok Pengayom Satwa juga terbuka untuk penduduk nan mau adopsi.

Untuk adopsi, satu ekor anjing lokal dikenakan biaya Rp 500 ribu dan anjing ras/campuran Rp 1 juta. Lalu, nilai kucing lokal Rp 100 ribu dan kucing ras/campuran Rp 200 ribu.

Calon majikan nantinya kudu mengisi blangko adopsi. Lalu, hewan tersebut dilakukan pengecekan kesehatan, sebelum adopter menandatangani perjanjian dengan pondok.

“Lalu bicara dengan dokternya. Gitu kan semua nan bisa memutuskan master di sini. Terkait kesehatan-kesehatan. Kan kudu dicek semuanya ya,” tutur Sari.

Potret pemakaman hewan Taman Makam di Pondok Pengayom Satwa, Ragunan, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Pondok ini juga membuka jasa penitipan hewan dengan nilai berkisar Rp 90 ribu hingga Rp 130 ribu, tergantung berat hewan. Penitipan ini sering terjadi jika pemilik hewan sedang pergi dalam kurun waktu nan lama.

“Paling lama kan 1 bulan, paling sigap 2 minggu. Tergantung pemilik mau nitipin berapa hari,” jelas Sari.

Pondok ini juga dilengkapi dengan klinik hewan untuk memberikan perawatan dan pengobatan, serta terbuka untuk publik. Selain itu, terdapat juga pemakaman hewan maupun kremasi untuk hewan piaraan nan telah mati.

Total, terdapat 9 pekerja di pondok ini dan merawat hewan secara swadaya. Sebagian besar di antaranya merupakan lansia dengan loyalitas tinggi lantaran telah bekerja puluhan tahun.

Selama ini, operasional perawatan hewan ini bersandar pada pasien maupun donasi. Pangan hewan, perawatan, hingga bayaran pekerja berasal dari sumber biaya tersebut.

“Kalau di bawah pemerintah, enggak. Jadi kita tuh berdiri sendiri. Kami kan operasionalnya mencari sendiri,” pungkas Sari.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan