Meta Indonesia dan Komdigi gelar Cerdas Digital 2026 di area Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (22/5).(MI/Nadhira Izzati A)
FENOMENA anak-anak nan memanipulasi usia alias menggunakan umur tiruan saat mendaftar akun media sosial tengah menjadi perhatian serius. Menanggapi keresahan ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengisyaratkan bakal adanya izin baru mengenai sistem pendaftaran media sosial di Indonesia.
Nanci Laura selaku Analis Kebijakan Madya Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi memberikan bocoran bahwa pemerintah tengah menyiapkan patokan mengenai tata langkah pendaftaran akun media sosial kedepannya guna mengatasi maraknya kejadian manipulasi usia ini.
"Pendaftaran media sosial kelak bakal berubah proses pendaftarannya, tunggu saja regulasinya. Tapi ini memang sudah menjadi perhatian nasional bahwasanya saat ini banyak sekali umur-umur tiruan nan terdaftar di media sosial," ungkap Nanci dalam aktivitas Cerdas Digital 2026 nan berjalan di area Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (22/5).
Dari sisi lain, Esther Samboh selaku Regional Lead, FB & Messaging Policy, APAC, menjelaskan bahwa Meta nan terdiri dari aplikasi Facebook, Instagram, dan Messenger sebenarnya telah mempunyai sistem tersendiri untuk menyaring pengguna di bawah umur.
"Ada juga sistem pengelompokkan di Meta untuk mengidentifikasi akun-akun nan memanipulasi usia. Jadi, dari kami bisa menyediakan teknologi tersebut, ada langkah-langkah dan sistem untuk menentukan apakah usianya sesuai dengan nan dinyatakan ketika registrasi," jelas Esther.
Meski demikian, Esther juga menilai sistem verifikasi nan tersentralisasi langsung dari ekosistem alias sistem operasi gawai bakal jauh lebih efektif.
"Kalau misalnya verifikasi itu terjadi dari ekosistem gawainya itu sendiri, itu kan menjadi the one stop shop (pusat verifikasi satu pintu). Jadi begitu masuk ke aplikasi, sudah langsung ada kategorinya.”
Dengan demikian, penyaringan usia tidak perlu lagi dilakukan di setiap aplikasi nan diunduh anak. Data umur pengguna sudah otomatis terkunci sejak pertama kali gawai dikonfigurasi.
“Di ekosistemnya sudah jelas pemilik dari gawai tersebut umur berapa, jadi tinggal download saja. Alangkah baiknya jika sudah disentralisasi dari device," tambahnya.
Maraknya kejadian manipulasi usia ini menjadi pengingat krusial bahwa keamanan digital anak di era saat ini sangat krusial untuk mencegah perihal nan tidak diinginkan terjadi.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·