Ilustrasi.(AFP)
KOMISI I DPR RI menyambut baik gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel. Kesepakatan tersebut diharapkan tidak hanya berkarakter sementara, tetapi dapat berkembang menjadi perdamaian nan permanen.
“Kita menyambut baik gencatan senjata ini dan berambisi dapat terus bersambung secara permanen. Dunia memerlukan stabilitas, dan nan lebih krusial adalah tidak ada lagi negara nan melakukan agresi terhadap negara lain,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta di Jakarta, Kamis (9/4).
“Gencatan senjata ini adalah langkah positif, namun kudu diiringi komitmen semua pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekuatan, termasuk dalam corak tekanan ekonomi dan daya nan dapat merugikan masyarakat global,” jelasnya.
Pihaknya menegaskan beberapa gencatan senjata nan terjadi sebelumnya nan melibatkan Israel menyisakan catatan krusial bahwa Israel sering melanggar kesepakatan nan sudah ada. Baik di Palestina maupun di Lebanon. Perkembangan terakhir, ratusan jiwa tewas akibat agresi Israel ke Lebanon pada Rabu (7/4) pada saat gencatan senjata antara AS dengan Iran.
"Ini menjadi catatan krusial bagi kita bahwa Israel sering tidak komitmen dengan kesepakatan nan telah dibuat. Ini ancaman bagi perwujudan perdamaian kawasan. Pihak-pihak mengenai khususnya Presiden Trump kudu memastikan Israel untuk menahan diri dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata," tegasnya.
Ia mengatakan dinamika bentrok dunia saat ini telah mengalami pergeseran signifikan. Konflik tidak lagi semata berbasis kekuatan militer, tetapi telah bergerak menuju tekanan sistemik pada sektor daya dan ekonomi global. Dalam konteks ini, area strategis seperti Selat Hormuz mempunyai peran krusial terhadap stabilitas dunia.
Sukamta menegaskan bahwa Indonesia mempunyai kepentingan besar terhadap stabilitas global, mengingat akibat bentrok sangat terasa pada sektor energi, perdagangan, dan daya beli masyarakat. Oleh lantaran itu, dia mendorong pemerintah untuk terus mengedepankan diplomasi aktif dan memainkan peran strategis dalam menjaga perdamaian dunia.
“Pentingnya peran Indonesia di forum internasional seperti ASEAN, Organisation of Islamic Cooperation, dan United Nations untuk mendorong penyelesaian bentrok secara tenteram serta menolak segala corak agresi antarnegara.”
Secara khusus, Doktor lulusan Inggris ini juga menyampaikan angan besar agar momentum gencatan senjata ini dapat menjadi pintu masuk bagi penyelesaian bentrok nan lebih luas, termasuk terwujudnya kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
“Kita berambisi gencatan senjata ini tidak hanya menghentikan eskalasi sementara, tetapi menjadi langkah awal menuju solusi nan setara dan permanen, termasuk kemerdekaan bagi Palestina sebagai negara nan berdaulat,” tegasnya.
Di sisi lain, dia mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, khususnya di sektor daya dan ekonomi, agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak global. Menutup pernyataannya, Sukamta kembali menegaskan harapannya agar bumi bergerak menuju perdamaian nan berkeadilan.
“Harapan kita sederhana namun mendasar gencatan senjata ini dapat melangkah permanen, tidak ada lagi agresi antarnegara, dan hak-hak bangsa Palestina dapat terpenuhi dalam corak kemerdekaan nan sah dan diakui dunia,” pungkasnya.(H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·