Felldy Utama
, Jurnalis-Senin, 02 Februari 2026 |23:35 WIB

Komnas HAM Ungkap Korban Child Grooming Trauma hingga Coba Bunuh Diri (
JAKARTA - Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Eksternal, Putu Elvina, menyarankan pemerintah menyediakan trauma healing bagi korban child grooming. Dia menyebut, beban psikologis nan dirasakan korban sangatlah berat.
"Karena biasanya korban-korban child grooming itu mengalami trauma nan sangat panjang," kata Elvina dalam rapat dengar pendapat (RDP) berbareng Komisi XIII DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Lebih parahnya lagi, kata dia, akibat jelek dari trauma nan berkepanjangan itu membikin para korban mencoba untuk mengakhiri hidupnya.
"Beberapa korban itu apalagi ada indikasi bunuh diri. Beberapa kasus child grooming itu mereka menyiratkan untuk melakukan bunuh diri lantaran mereka tidak mempunyai pendamping nan signifikan untuk memastikan support secara psikologis terhadap child grooming," ujarnya.
Dari info nan dihimpun Komnas HAM, kata dia, banyak orang tua korban kejahatan seksual terhadap anak, termasuk child grooming, memilih untuk tidak melapor.
"Orang tua nan anaknya menjadi korban child grooming kebanyakan memilih untuk tidak melapor. Ini spesifik untuk kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak, baik itu lantaran masalah kejelekan ataupun merasa bahwa pada saat itu dilaporkan, tidak serta merta memastikan bahwa kasus-kasus itu bisa tuntas secara hukum," ungkapnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·