KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi untuk Sekolah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbareng Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) nan ditujukan untuk pelajar di beragam tingkatan.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan langkah ini menjadi ruang paling strategis dalam membentuk karakter bangsa dan membangun budaya antikorupsi sejak dini.

"Pendidikan kudu menjadi fondasi membangun generasi berintegritas. Karena itu, penguatan integritas pendidikan dari pusat hingga wilayah kudu mempunyai arah dan semangat nan sama," kata Setyo di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Senin (11/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KPK memandang penguatan integritas di sektor pendidikan tetap menjadi pekerjaan besar bersama. Hal itu didasari dari hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 nan menunjukkan Indeks Integritas Pendidikan berada pada nomor 69,50 dari skala 100.

Nilai tersebut menunjukkan sistem integritas pendidikan mulai terbentuk, namun belum sepenuhnya menjadi budaya nan konsisten di seluruh ekosistem pendidikan.

Oleh lantaran itu pendidikan antikorupsi diposisikan sebagai strategi hulu negara untuk membangun fondasi karakter dan integritas generasi masa depan.

Peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar PAK ini juga menjadi bagian dari upaya tindak lanjut dan pertimbangan atas hasil SPI Pendidikan 2024, nan perbaikannya dilakukan sepanjang tahun 2025 oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi bakal disertai lima kitab Bahan Ajar untuk guru-guru di seluruh jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK.

Dalam pedoman ini, terdapat lima kompetensi kunci nan menjadi fondasi Pendidikan Antikorupsi, ialah mengenai aliran menaati aturan; memahami konsep kepemilikan; menjaga amanah; mengelola dilema etis; dan membangun budaya antikorupsi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berfaedah membentuk generasi nan pandai secara akademik, tetapi juga berbudi pekerti dan berintegritas.

"Ini merupakan bagian dari kebijakan untuk memperkuat pendidikan karakter, khususnya kepribadian nan jujur, kepribadian nan berintegritas, bertanggung jawab, dan perilaku nan bersih dari segala macam corak korupsi," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri III, Akhmad Wiyagus, menekankan pedoman tersebut menjadi pedoman bagi seluruh pemerintah maupun satuan pendidikan (satdik) di wilayah dalam membangun ekosistem pendidikan berintegritas.

"Kepada seluruh Kepala Daerah untuk mendorong dan memastikan penerapan Pendidikan Antikorupsi dengan memanfaatkan Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi nan telah tersedia, sebagai upaya melakukan perbaikan konkret dan terukur guna meningkatkan integritas pendidikan secara nyata," ujarnya.

(antara/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional