KrediOne Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa Lewat Program Pindar Mengajar

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
KrediOne Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa Lewat Program Pindar Mengajar KrediOne berperan-serta dalam program edukasi 'Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi' di Universitas Riau.(Dok. KrediOne)

UPAYA meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda terus diperkuat seiring pesatnya perkembangan jasa finansial digital. Salah satunya dilakukan KrediOne melalui partisipasi dalam program edukasi 'Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi' di Universitas Riau.

Kegiatan nan diikuti lebih dari 200 mahasiswa tersebut merupakan kerjasama antara Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Universitas Riau, serta pelaku industri pendanaan digital (pindar). Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, antara lain Kepala OJK Provinsi Riau Triyoga Laksito, Direktur Eksekutif AFPI Yasmine Meylia, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau Alvi Furwanti Alwie, serta perwakilan KrediOne.

Direktur Utama KrediOne Kuseryansyah menegaskan bahwa literasi finansial sekarang menjadi kebutuhan mendasar di tengah percepatan penemuan sektor finansial.

"Literasi finansial hari ini bukan lagi sekadar pemahaman, tetapi kompetensi strategis. Di tengah percepatan penemuan finansial, keahlian membaca kesempatan sekaligus mengelola akibat secara terukur menjadi pembeda antara akses nan memberdayakan dan nan justru menimbulkan kerentanan," ucap dia dikutip dari siaran pers nan diterima, Kamis (9/4).

Ia menambahkan, meluasnya akses terhadap jasa finansial digital kudu diimbangi dengan kualitas pengambilan keputusan nan matang. Tanpa literasi nan memadai, akses finansial justru berpotensi menimbulkan akibat baru bagi masyarakat.

"Akses finansial tanpa literasi adalah pedang bermata dua. Karena itu, setiap keputusan finansial kudu diambil secara sadar, terukur, dan bertanggung jawab," katanya.

Dalam aktivitas tersebut, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai perkembangan industri finansial digital, termasuk faedah jasa pindar, potensi risiko, serta perbedaannya dengan praktik pinjaman online ilegal.

KrediOne juga menekankan bahwa peran industri tidak hanya sebatas menyediakan akses pembiayaan, tetapi turut membangun ekosistem finansial nan sehat dan berkelanjutan.

"Pindar kami posisikan bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari ekosistem finansial nan sehat. Transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan konsumen adalah fondasi utama. Melalui edukasi berkelanjutan, kami mau memastikan pertumbuhan industri melangkah selaras dengan peningkatan kualitas pemahaman masyarakat," lanjut Kuseryansyah.

Partisipasi ini sekaligus menjadi corak support terhadap program Gerakan Nasional Cerdas Literasi Keuangan (Gencarkan) nan diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui sinergi antara regulator, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri, literasi finansial diharapkan semakin meluas, khususnya di kalangan generasi muda.

KrediOne meyakini penguatan literasi finansial bakal melahirkan generasi nan tidak hanya ocehan dalam mengelola keuangan, tetapi juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi digital nan inklusif dan berkepanjangan di Indonesia. (Fal/E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia