Jakarta, CNN Indonesia --
Perjalanan KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung alias Green Line mengalami gangguan akibat masalah pada listrik aliran atas.
"Terdapat gangguan operasional pada listrik aliran atas di antara Stasiun Jurangmangu-Pondok Ranji dan tetap dalam proses penanganan petugas," tulis KAI Commuter dalam akun X resminya, Senin (4/5).
Informasi tersebut diunggah KAI Commuter pada pukul 17.00 WIB. Perjalanan KRL pun dihentikan sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perjalanan Commuter Line di letak saat ini tetap menunggu kondusif untuk melintas," tulis KAI Commuter.
KAI Commuter meminta maaf atas perihal tersebut. KAI Commuter mengimbau penumpang untuk mematuhi pengarahan petugas.
"Kami mengimbau kepada para pengguna untuk mengikuti pengarahan dan info dari petugas di lapangan. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya," tulis KAI Commuter.
Sejumlah pengguna KRL rute tersebut juga mengunggah keluhan nan menyebut AC meninggal hingga penumpang numpuk. Penumpang juga mengunggah foto kondisi jendela gerbong KRL dibuka lantaran AC mati.
Tak hanya itu, sejumlah penumpang sampai turun di tengah perjalanan dari kereta nan meninggal listrik.
Salah satu penumpang, Nares (30), menceritakan pengalamannya terjebak di kereta nan meninggal listrik. Nares berangkat dari Stasiun Kebayoran Lama.
"Jadi tadi perjalanan berangkat dari Stasiun Kebayoran. Di tengah menuju Pondok Ranji meninggal listrik tapi kereta tetap jalan. Terus mau sampe Pondok Ranji itu kereta meninggal total. Ya udah kita nunggu di dalam kereta dari sekitar jam 16.39 sampe 17.29 jika nggak salah, ya. Hampir sejam," kata Nares, Senin.
Nares menyebut pintu hingga jendela kereta dibuka lantaran suasana dalam gerbong KRL nan pengap. Warga di sekitar pun, katanya, mendekat ke rel untuk memberikan bantuan.
"Karena di dalam panas, pengap, jendela dibuka, pintu dibuka. Kan banyak orang tuh di pinggiran rel, kayak warga-warga sekitar. Ya udah kita ngecek-ngecek nanya, gimana kalo misalnya kita loncat. Ya udah akhirnya dibantu tuh sama petugas sekitar. Jadi ada nan megangin. Terus ada nan nawarin tangga buat kita turun ke bawah," ujar Nares.
Nares mengatakan dirinya dan kawan mendapat support injakan dari penduduk sekitar lantaran posisinya dari kereta ke jalanan nan cukup tinggi. Penumpang lain pun, katanya, ikut turun lantaran kondisi kereta nan meninggal total.
"Kita dapet lumayan tinggi dari injakan tanah. Akhirnya kita coba loncat, lenyap itu orang-orang pada ngikutin deh. Pada jalan terus sampe ke permukiman penduduk sampe kita ketemu jalan raya," ujar Nares.
Baca selengkapnya di sini.
(isn/isn/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·