Kronologi Pembebasan 9 WNI dan Diplomasi Tiga Negara Menlu Sugiono

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sembilan aktivis dan wartawan WNI personil Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) nan sempat menjadi korban penculikan Israel saat ikut misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) ke Gaza, Palestina, akhirnya bebas dan tiba di Indonesia pada Minggu (24/5) sore.

Sembilan WNI itu ialah wartawan Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, wartawan Tempo TV Andre Prasetyo Nugroho, wartawan alias tim media dari GPCI Rahendro Herubowo, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad dari GPCI.

Mereka ditangkap pasukan Israel dalam pelayaran Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). GPCI merupakan wadah alias delegasi nasional dari Indonesia nan tergabung dalam inisiasi GSF.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) RI mengatakan sebelum terbang kembali ke Indonesia, para WNI sempat berada di Turki usai dibebaskan Israel pada Kamis (21/5).

Duta Besar RI untuk Turki Rizal Achmad Purnomo mengatakan para WNI itu menjalani proses pemeriksaan kesehatan, visum, dan testimoni sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Penculikan terhadap ratusan aktivis dan relawan GSF dilakukan oleh Israel secara berjenjang di perairan internasional.

Penculikan dilakukan bertahap, dimulai pada Senin (18/5). lantaran ratusan aktivis ini berlayar menembus blokade Gaza menggunakan sejumlah kapal. 

Pada Rabu (20/5), Kemlu RI memastikan seluruh alias sembilan WNI yang ikut misi GSF telah diculik pasukan Israel.

Tentara zionis kemudian membawa relawan nan ditangkap ke Pelabuhan Ahsdod, Israel Selatan.

Saat itu, sedikitnya sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Berdasarkan info dari GPCI, relawan Andi Angga dari Rumah Zakat berada di kapal Josef.

Saat ditahan, para WNI mengaku mengalami penyiksaan biadab oleh pasukan Israel. Rahendro Herubowo, nan merupakan eks wartawan iNews, mengaku mengalami penyiksaan, mulai dari ditendang, diinjak, hingga disetrum.

"Saya mengalami beberapa kekerasan. Ditendang, mungkin 3-4 kali di bagian depan. (Bagian) belakang juga saya diinjak. Dan terakhir disetrum," kata Heru, sapaannya, saat ditanya aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi dalam video nan diunggah di akun @chikifawzi.

Hal senada juga dialami oleh Andre Prasetyo Nugroho selaku wartawan Tempo TV, dia mengaku mengalami penganiayaan saat diculik oleh tentara Israel. Ia dipaksa menunduk dalam-dalam, dengan tangan terikat kencang ke belakang, dan disetrum.

Andre menyebut penyiksaan itu lebih parah ketika para relawan tiba di Kota Ashdod, Israel.

"Pas sudah sampai Ashdod, di tanah, wah itu paling keji. Enggak bisa saya maafin. Kepala saya mungkin ini cekung. Saya tahan pakai kepala, pakai jidat. Tangan saya diikat ke belakang, diikat terlalu kencang, akhirnya peredaran darah enggak jalan dan itu bikin saya mau pingsan. Ini (menunjukkan pergelangan tangan) ditarik-tarik," tuturnya.

Gerak sigap Kemlu dalam pembebasan WNI

Pembebasan 9 WNI dan ratusan aktivis GSF ini tak lepas dari upaya berbareng sejumlah negara dan organisasi internasional. Indonesia tak kalah aktif dalam peran pembebasan ini.

Kemlu RI bergerak sigap setelah mengetahui berita penculikan WNI. Indonesia berbareng sejumlah negara seperti Turki, dan Spanyol mengeluarkan pernyataan berbareng nan mengecam serangan militer Israel terhadap GSF dan menuntut akses penyaluran bantuan.

Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang pada hari pertama penculikan terjadi menegaskan pihaknya melakukan upaya-upaya diplomatik untuk mempercepat pembebasan para WNI. 

"Sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan proses pemulangan andaikan diperlukan," kata ahli bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/5).

Yvonne juga menegaskan RI mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional nan ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran support kemanusiaan ke rakyat Palestina sesuai norma humaniter internasional.

Yvonne menuturkan Kemlu RI berbareng Perwakilan RI terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan seluruh pihak mengenai untuk memastikan pelindungan kepada sembilan WNI tersebut.

"Tentunya kita bakal terus mengoptimalkan seluruh jalur komunikasi diplomatik untuk mengupayakan pembebasan para WNI, termasuk dengan memperkuat koordinasi berbareng negara-negara nan warganya juga tergabung dalam GSF dan terdampak penahanan tersebut," ucap Yvonne melalui pernyataan tertulis kepada CNNIndonesia pada Selasa.

Menlu RI Sugiono sempat mengakui kesulitan memantau kondisi para WNI nan diculik Israel. Namun, upaya diplomasi tetap dilakukan dengan memanfaatkan jalur ketiga lewat negara lain alias organisasi internasional. Ini dilakukan lantaran Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel. 

Sugiono berkata pemerintah menjalin koordinasi intensif dengan negara-negara seperti Turki, Yordania, dan Mesir untuk membebaskan 9 WNI.

"Jadi kita sudah melakukan komunikasi taman-teman di Kementerian Luar Negeri di Jordan dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita nan di-intercept dan ditahan oleh Israel," kata Sugiono di kompleks parlemen, Rabu (20/5).

Pernyataan Sugiono disambut Duta Besar Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, dengan mengintensifkan lobi kepada Turki untuk membantu negosiasi pembebasan WNI nan diculik Israel.

"Atas petunjuk Menteri Luar Negeri, Dubes RI lakukan komunikasi dan koordinasi dengan otoritas di Turki dalam rangka pembebasan WNI dimaksud. Warga Negera Turki juga menjadi bagian dari GSF nan juga ditahan Israel," ucap Rizal saat dikonfirmasi CNNIndonesia.

Hingga akhirnya pada Kamis (21/5) malam, Sugiono mengonfirmasi sembilan WNI nan ditangkap Israel sekarang dibebaskan.

"Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan WNI nan ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan nan tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan bakal segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air," kata Sugiono.

Peran Turki

Anggota Steering Committee Global Sumud Flotilla (GSF) sekaligus koordinator Global Peace Convoy Indonesia, Maimun Herawati, ada satu negara nan mempunyai banyak andil membantu pemulangan sembilan WNI relawan GSF nan diculik Israel.

Negara itu, kata Maimun, adalah Turki. Ia mengatakan Turki sampai mengirim tiga pesawat untuk membebaskan sekitar puluhan relawan GSF yang ditahan Israel dari beragam negara, termasuk dari Indonesia.

Maimun memaparkan semula, Turki hanya mengirim satu pesawat untuk memulangkan 90 relawan GSF asal Turki. Ia pun sempat meminta Ankara untuk turut memasukkan sembilan WNI dalam pesawat itu.

"Tapi kami steering committee berpikir lagi, bagus jika semua dimasukkan ke Istanbul, jadi tidak terpisah-pisah ke Yordania dan Mesir," kata Maimun kepada wartawan setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, berbareng 9 WNI relawan GSF nan sempat diculik pada Minggu (24/5) sore.

"Makanya Turki bersedia mengirimkan tiga pesawat, alhamdulillah. Sehingga di situ saya merasa bahwasanya Turki behind the scene banyak membantu, terutama hotel di malam pertama pada saat teman-teman sudah turun, medical check-up, dan seterusnya," ucapnya menambahkan.

Sementara itu Sugiono dalam kesempatan nan sama menyampaikan terima kasih kepada semua pihak nan berkedudukan dalam membantu pembebasan relawan GSF, termasuk 9 WNI.

"Terima kasih kepada bapak Presiden atas arahannya ,kepada para personil Komisi I DPR RI, Global Sumud Flotilla, untuk Global Peace Convoy Indonesia, unik ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turki, Yordania, Mesir, nan telah membantu. Khususnya pemerintah Turki nan membantu penjemputan saudara-saudara kita dari Ashdod (Israel)," ucap Sugiono.

(van/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional