Kronologi Pemulangan 9 WNI yang Ditahan Tentara Israel

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan panjang dan penuh tekanan kudu dilalui sembilan penduduk negara Indonesia (WNI) berbareng puluhan relawan lain dalam misi kemanusiaan menuju Gaza sebelum akhirnya bisa kembali ke Tanah Air. Setelah mengalami penahanan dan dugaan penyiksaan oleh tentara Israel, mereka dipulangkan melalui Turkiye.

Hal itu diungkapkan Koordinator misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) sekaligus perwakilan Indonesia, Maimon Herawati, saat menyambut kepulangan para relawan di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/5/2026).

Maimon mengatakan, proses koordinasi untuk membebaskan para relawan dilakukan secara intensif dengan sejumlah negara di kawasan, seperti Turkiye, Jordania, Mesir, hingga Cyprus.

"Karena saya mempersiapkan jika teman-teman saya dibawa ke Jordan, Mesir alias Cyprus nan saya tidak di sana, bakal tetapi ada tim GSF di sana untuk just in case," kata Maimon.

Selain itu, pendampingan norma juga langsung diberikan oleh Adalah setelah para aktivis dari beragam negara ditangkap tentara Israel. Upaya tersebut dilakukan agar mereka dapat segera dibebaskan dari Penjara Ketziet, Israel, setelah sebelumnya dibawa dari kapal menuju Ashdod.

"Kemudian setelah dibebaskan, dibawa menggunakan bus ke Bandara Ramon di Eilat. Di sana, sudah menunggu 3 pesawat Turkiye," katanya.

Maimon menjelaskan, awalnya pemerintah Turkiye hanya mengirimkan satu pesawat untuk proses pemulangan. Namun setelah dilakukan koordinasi intensif, akhirnya disiapkan tiga pesawat guna membawa para aktivis menuju Istanbul, Turkiye.

"Kami menghubungi pemerintah Turkiye bisa tidak teman-teman sekaliam dibawa ke Istanbul? Supaya memudahkan proses visum, proses membangun kasus dan seterusnya, maka dari 1 pesawat Turkiye mengirimkan 3 pesawat," jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita