KSAD: Tak Ada Instruksi Langsung Pembubaran Nobar Film Pesta Babi

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengklaim tidak ada petunjuk langsung dari TNI mengenai pembubaran pemutaran movie dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di beberapa daerah.

Menurutnya, pembubaran aktivitas nobar movie tersebut merupakan keputusan pemerintah wilayah dengan pertimbangan keamanan wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu kan memang coba saja ditanya nan jelas ya, lantaran ada pembubaran kan dari pemerintah wilayah untuk keamanan wilayah. Itu kan tanggung jawabnya apa namanya, koordinator wilayah, antara pejabat pemerintahan di sana menganggap ada akibat keributan. Ya kan, itu mereka, tidak ada petunjuk langsung," kata Maruli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).

Maruli mengatakan pemerintah wilayah berkuasa untuk mengamankan wilayahnya. Ia menyebut movie itu juga belum tentu benar.

Maruli lampau mempertanyakan sumber biaya pembuatan movie Pesta Babi nan digarap Dhandy Laksono dan Cypri Paju Dale.

"Sekarang permasalahannya, orang sampai membikin video, gimana ceritanya seperti ini segala macam, duitnya dari mana? Ya, coba aja, ya kan? Sampai datang ke sana, bikin video, terbang sini terbang sana, orang berharta| lah," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Maruli juga mengatakan keberadaan TNI di Papua untuk membantu masyarakat.

"Itu masyarakat di sana ada nan tidak punya air bersih, ada sekolahnya juga tidak sekolah. Ya, kami justru banyak datang ke sana banyak membantu mereka. Coba aja apa namanya ya, komunikasi langsung dengan orang-orang di sana," ujarnya.

Setidaknya ada empat letak pembubaran tindakan nobar movie tersebut, seperti di Universitas Mataram (Unram), Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Nusa Tenggara Barat serta di Ternate Tengah, Maluku Utara.

Film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale menyoroti hilangnya rimba di Papua usai dikonversi menjadi perkebunan industri dengan mengatasnamakan ketahanan pangan dan transisi energi.

Film ini juga merekam perjuangan masyarakat Papua dalam mempertahankan tanah leluhur mereka.

(yoa/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional