
KSP Dudung Abdurachman (Foto: Binti M/Okezone)
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan sembilan penduduk negara Indonesia (WNI) ditangkap militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Namun, empat dari sembilan WNI berada di sekitar perairan Siprus untuk melanjutkan pelayaran membawa support menuju Gaza, Palestina.
Mereka diketahui tengah mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina, lewat Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
“Berdasarkan info Kementerian Luar Negeri, dari sembilan penduduk negara Indonesia personil Global Peace Convoy Indonesia nan tergabung dalam misi tersebut, lima penduduk negara Indonesia dilaporkan telah ditangkap. Sementara ada empat penduduk negara Indonesia lainnya tetap berada di kapal berbeda di sekitar perairan Siprus alias Mediterania Timur,” ujar Dudung di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Dudung menegaskan kondisi empat WNI nan melanjutkan pelayaran menuju Gaza tetap rawan. “Situasi di lapangan tetap sangat dinamis. Keempat penduduk negara Indonesia nan tetap berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan,” imbuhnya.
Dengan memandang perkembangan tersebut, kata Dudung, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah melakukan koordinasi awal dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul. Termasuk menyiapkan langkah antisipatif seperti publikasi Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) andaikan paspor WNI disita serta support medis andaikan diperlukan.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·