Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang laki-laki nan bekerja sebagai pengemudi ekspedisi alias kurir mengamuk dengan melakukan serangan membabi buta menyiram air keras ke para pegawai di tempat upaya konveksi busana olahraga di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Dalam peristiwa nan terjadi pada Senin (4/5) malam itu, sembilan pegawai konveksi terluka.
Sementara itu, pelaku telah sukses diamankan mengenai kasus penganiayaan berat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku diketahui sebagai pengemudi mobil ekspedisi nan kerap mengambil peralatan dari konveksi busana olahraga nan berlokasi di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya tersebut.
Pelaku diamankan abdi negara setelah dihajar habis-habisan oleh orang-orang di letak setelah air keras dalam dua botol nan dibawa habis. Pria nan mengenakan jas hujan dan helm tersebut sempat dipukuli pegawai nan emosi.
Tak lama kemudian, polisi datang dan langsung mengamankan pelaku. Selain itu, polisi juga membantu membawa para korban ke RSUD dr Soekardjo dan Puskesmas Cibeureum serta melakukan olah TKP.
"Jadi betul telah terjadi penyiraman air keras di wilayah kami, tepatnya di Kampung Gunajaya, RT 003 RW 007 Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB lebih," kata Kapolsek Manonjaya, AKP Soni Alamsyah, dikutip dari detikJabar.
"Kasus ini langsung ditangani Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Cuma nan jelas nan melakukan penyiraman air keras itu seorang kurir nan suka nganter-nganterin barang," sambungnya.
Dia menambahkan, korban nan dirujuk ke RSUD sebanyak enam orang, sementara nan dirawat di Puskesmas Cibeureum tiga orang.
"Untuk motifnya tetap kami dalami, nan jelas telah terjadi penyiraman air keras kepada beberapa orang. Pelaku satu orang. Korban (yang dirujuk ke rumah sakit) ada enam orang dengan rincian satu wanita dan lima orang laki-laki," kata Soni.
"Untuk korban semuanya mengalami luka bakar, ada nan ringan dan sedang. Ada di bagian muka, ada nan di bagian leher, dan ada nan di bagian tangan," imbuhnya.
Dari keterangan sementara nan didapat kepolisian, penyerangan air keras diduga dipicu hubungan kerja, antara D dengan pihak konveksi ini ada masalah. Dari info nan dihimpun, pihak konveksi merasa pelayanan nan diberikan D tidak sesuai harapan.
Hal itu kemudian membikin pihak konveksi akhirnya memutuskan untuk mengadukan masalah pelayanan ini kepada pihak perusahaan ekspedisi. Sehingga D akhirnya mendapatkan teguran dari pihak perusahaan tempat dia bekerja.
Sejauh ini belum terkonfirmasi apakah D sampai dipecat alias hanya mendapatkan peringatan akibat pengaduan pihak konveksi tersebut. nan jelas, masalah ini nan memicu perilaku sadis D sehingga menyerang para pegawai konveksi dengan air keras.
"Intinya kasus ini tetap pendalaman, tapi keterangan sementara bahwa si pelaku ini adalah bekerja di salah satu ekspedisi. Dia ada sakit hati oleh salah satu korban. Sehingga tadi malam dia datang ke TKP dengan membawa air keras. Kemudian disiramkan ke korban," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, Selasa (5/5).
Aksi terencana
Herman mengatakan pelaku diduga sudah merencanakan aksinya, karena telah disusun dan dipersiapkan. Dugaan tindakan terencana itu, lantaran pelaku datang memakai jas hujan dan helm meskipun cuaca saat itu sedang tidak hujan.
"Ini penganiayaan nan direncanakan oleh seorang pelaku, nan mana pelaku sekarang sudah kita amankan," kata Herman, dikutip dari detikJabar.
Salah satu korban siraman air keras, Abdul Holik, bercerita pada Senin malam itu mereka sedang mengerjakan aktivitas di rumah produksi konveksi hingga tiba-tiba datang pelaku sekitar pukul 19.00 WIB. Pelaku lampau menyerang menggunakan air keras ke orang-orang di konveksi itu secara acak.
"Si pelaku datang sudah langsung teriak-teriak, dia pakai helm, pakai jas hujan. Sudah bawa botol warna putih," kata Abdul Holik di RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya.
Holik terkena cipratan air keras pada punggung dan sedikit di bagian wajah. Rekannya, Wina (21) nan sedang bekerja di depan komputer terkena cipratan air keras pada bagian wajah.
Angga, pegawai lain di konveksi itu, mengatakan jejak cipratan air keras itu mengeluarkan asap pekat. Seketika itu, menurut Angga, para korban nan terkena siraman air keras berdatangan ke dapur menuju keran air.
"Semua berebut keran air, akhirnya saya buka pintu belakang, mereka merendam lukanya di selokan. Direndam air selokan," jelasnya.
Sementara itu, setelah cairan nan dibawanya habis, para pegawai kemudian meringkus pelaku. Pria nan mengenakan jas hujan dan helm tersebut sempat dipukuli pegawai nan emosi.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(kid/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·