Kushner Kecewakan Negara Timur Tengah yang Investasi Jumbo, Kenapa?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kushner Kecewakan Negara Timur Tengah nan Investasi Jumbo, Kenapa? Jared Kushner.(Al Jazeera)

PESAN WA itu mengalir rutin, sering kali beberapa kali dalam seminggu, ditujukan kepada para bangsawan di seluruh Teluk Persia. Pengirimnya adalah Jared Kushner, utusan unik Presiden Donald Trump sekaligus penanammodal swasta nan mengelola biaya miliaran dolar milik para pangeran dan emir tersebut.

Sejak ayah mertuanya membawa Amerika Serikat ke dalam kancah perang dengan Iran, Kushner terlibat dalam kampanye diplomasi resmi sekaligus penggalangan biaya pribadi nan skalanya belum pernah terjadi dalam sejarah modern Amerika. Di sela-sela upaya menengahi perdamaian, Kushner tetap berperan-serta dalam pertemuan investasi di perusahaan ekuitas swastanya, Affinity Partners.

Investasi Miliaran Dolar dan Harapan Pengaruh

Affinity Partners saat ini mengelola biaya dari Qatar, Arab Saudi, dan Emirat Arab. Ketiga negara kaya daya ini bukan sekadar sekutu lama Washington, tetapi juga pengguna utama Affinity. Mereka setuju untuk bayar biaya manajemen kepada perusahaan Kushner senilai puluhan juta dolar per tahun.

Investasi itu dilakukan dengan angan mendapatkan pengaruh di Gedung Putih serta imbal hasil portofolio nan menguntungkan. Namun, keputusan Trump untuk melanjutkan perang dengan Iran--yang ditentang oleh ketiga negara tersebut--menunjukkan keterbatasan dari pendekatan investasi untuk pengaruh ini.

Status Affinity Partners:

  • Total Dana Kelolaan: Sekitar US$6 Miliar alias sekitar Rp105 triliun.
  • Estimasi Biaya Manajemen Tahunan: US$60 Juta.
  • Pertumbuhan Aset Tahun Lalu: Hampir 30%.
  • Fokus Investasi: Teknologi dan finansial di AS dan Israel.

Kekecewaan di Riyadh dan Doha

Menurut laporan nan dihimpun dari belasan sumber nan berkawan dengan hubungan finansial Kushner, beberapa pejabat pemerintah dan ahli biaya kekayaan negara (sovereign wealth fund) di Riyadh dan Doha mulai merasa kecewa. Mereka merasa investasi besar mereka di Affinity tidak memberikan bunyi nan cukup signifikan dalam kebijakan luar negeri Washington di Timur Tengah.

"Negara-negara Teluk kemungkinan merasa sangat marah, jika tidak merasa dikecewakan, lantaran AS tidak sepenuhnya mempertimbangkan kebutuhan keamanan mereka," ujar Sanam Vakil, kepala program Timur Tengah dan Afrika Utara di Chatham House.

Pembelaan Kushner dan Kritik Etika

Kushner menegaskan bahwa perannya sebagai sukarelawan untuk Presiden dilakukan dengan integritas tertinggi. "Pekerjaan sukarela saya untuk Presiden berfokus pada memberikan hasil bagi Amerika, terlepas dari hubungan upaya alias pribadi apa pun," kata Kushner dalam pernyataan resminya.

Namun, para kritikus beranggapan bahwa peran dobel ini melanggar semangat undang-undang bentrok kepentingan. John Dinkelman, presiden American Foreign Service Association, mencatat bahwa Departemen Luar Negeri biasanya mengawasi ketat persepsi bentrok kepentingan apalagi pada staf junior sekalipun. Posisi Kushner nan menangani kebijakan negara sekaligus investasi besar dari negara nan berkepentingan dianggap berada dalam liga tersendiri.

Dampak Perang Iran pada Bisnis

Perang nan sekarang memasuki bulan ketiga mencapai jalan buntu dengan Selat Hormuz nan tetap terblokade. Ketegangan ini mulai berakibat pada ekonomi regional. Arab Saudi, misalnya, mulai menarik diri dari beberapa investasi profil tinggi, termasuk LIV Golf, lantaran tekanan ekonomi akibat perang.

Bagi negara-negara Teluk, bentrok ini berkarakter eksistensial. Mereka menanggung beban serangan jawaban Iran terhadap prasarana daya dan ancaman terhadap instalasi desalinasi air. Di tengah situasi nan genting ini, kepentingan finansial Kushner dianggap membayangi tugas diplomatiknya, menciptakan latar belakang nan rumit saat Trump mencoba mengakhiri krisis kebijakan luar negeri terbesar dalam masa kepresidenannya. (Bloomberg/I-2)

Pihak Terkait Peran/Kepentingan
Jared Kushner Utusan Damai (Sukarelawan) & Pemilik Affinity Partners.
Arab Saudi, Qatar, Emirat Investor Utama Affinity & Sekutu AS nan terdampak perang.
Gedung Putih Menegaskan diplomasi Kushner tidak mengenai upaya pribadi.
Oposisi (Demokrat) Menuntut transparansi komunikasi Kushner dengan pejabat asing.
Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia