Laporan WSJ Ungkap Dugaan Keterlibatan UEA Serang Iran

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Laporan WSJ Ungkap Dugaan Keterlibatan UEA Serang Iran Ilustrasi(AFP)

LAPORAN media Amerika Serikat (AS) menyebut Uni Emirat Arab (UEA) diduga terlibat dalam serangan rahasia terhadap Iran di tengah bentrok nan tetap berjalan di area Teluk. Tuduhan ini memicu kekhawatiran baru terhadap eskalasi bentrok regional.

Menurut laporan nan diterbitkan The Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (11/5), salah satu sasaran serangan tersebut adalah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran. 

Mengutip sejumlah sumber anonim nan mengetahui persoalan itu, laporan tersebut menyebut akomodasi tersebut dihantam pada awal April, bertepatan dengan rencana Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran.

Serangan itu disebut memicu kebakaran besar dan melumpuhkan operasional kilang.

Sebagai respons, Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik dan drone ke wilayah UEA serta Kuwait.

Salah satu sumber menyebut Washington diam-diam menyambut keterlibatan Abu Dhabi dalam bentrok tersebut.

Laporan itu juga menyebut Iran telah melancarkan lebih dari 2.800 serangan rudal dan drone ke UEA, jumlah nan disebut lebih banyak dibandingkan serangan ke negara lain, termasuk Israel.

Serangan-serangan tersebut dilaporkan memberikan akibat besar terhadap perekonomian UEA, mulai dari gelombang pemutusan hubungan kerja hingga kebijakan libur paksa di sejumlah sektor.

Menurut pejabat Teluk nan dikutip secara anonim, serangan tersebut telah memicu pergeseran mendasar dalam pandangan strategis negara tersebut menjadi pandangan nan sekarang memandang Iran sebagai tokoh jahat nan berkeinginan untuk merusak model ekonomi dan sosial negara nan berbasis pada talenta ekspatriat dan reputasi keamanan dan stabilitas.

Kementerian Luar Negeri UEA tidak memberikan komentar langsung mengenai tuduhan tersebut ketika dimintai tanggapan.

Namun, kementerian merujuk pada pernyataan sebelumnya nan menegaskan kewenangan Abu Dhabi untuk merespons setiap tindakan permusuhan.

Analis Timur Tengah Dina Esfandiary menilai keterlibatan negara Teluk dalam bentrok ini mempunyai implikasi strategis besar.

"Sangat krusial untuk mempunyai negara Arab Teluk sebagai pihak nan bertempur nan menyerang Iran secara langsung," ujarnya kepada The Wall Street Journal.

Ia menambahkan situasi ini berpotensi memperburuk dinamika diplomatik di kawasan.

"Teheran sekarang bakal berupaya untuk semakin memperlebar lembah pemisah antara UEA dan negara-negara Arab Teluk lainnya nan mencoba menengahi pengakhiran perang," pungkasnya. (Anadolu/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia