Legislator: PSN Wanam Harus Jalan, Negara tak Boleh Kalah dengan Narasi Pesta Babi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 PSN Wanam Harus Jalan, Negara tak Boleh Kalah dengan Narasi Pesta Babi Pembangunan dermaga logistik pertanian di area food estate Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, terus dikebut untuk mendukung pengedaran perangkat berat, sarana produksi, dan hasil pertanian melalui jalur laut, Senin (2/2).((Foto: Istimewa))

WAKIL Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Golkar, Panggah Susanto menilai Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan area lumbung pangan (food estate) berupa cetak sawah baru seluas satu juta hektare di Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan menjadi perihal nan sangat penting, terutama untuk jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan Panggah di tengah munculnya propaganda menyerang program ketahanan pangan nasional nan diusung Presiden Prabowo Subianto melalui film berjudul Pesta Babi, belakang ini.

"Cetak sawah baru ini krusial untuk ketahanan pangan jangka panjang, untuk antisipasi kebutuhan pangan nan meningkat, dan menghindari ketergantungan pangan dari negara lain," ujar Panggah Jumat (21/5).

Tak hanya itu, dia juga memaparkan untuk jangka pendek, tentu dapat mengoptimalkan lahan nan ada, demi mencapai kedaulatan pangan. "Selain itu untuk capaian ketahanan pangan dalam jangka pendek dan menengah secara simultan juga dengan mengoptimalkan lahan nan ada," jelas Panggah.

Sebagaimana diketahui, movie karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu menggambarkan perjuangan masyarakat budaya di Papua Selatan dalam mempertahankan tanah leluhur dan rimba budaya mereka dari ancaman proyek-proyek skala besar nan mengatasnamakan pembangunan. Hutan dan lahan nan digambarkan dalam isi movie tersebut juga bukan bagian PSN dan bukan berlokasi di Wanam nan mencetak sawah satu juta hektare.
Senada dengan Panggah, sebelumnya Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai, movie Pesta Babi jika bukan sebatas produktivitas movie bakal menjadi masalah. "Yang salah adalah jika perihal tersebut dilakukan dengan tujuan delegitimasi dan ageda politik terselubung," kata Iwan Selasa (19/5).

Iwan menegaskan, jika menimbang dan memandang kondisi dunia hari ini,  PSN cetak sawah satu juta hektare di Wanam harusnya tetap berlanjut.

"Kebijakan PSN Wanam ini cukup visioner, lantaran ke depan negara dunia pun bakal konsentrasi dengan rumor pangan mereka masing-masing. Karena, jika isunya malah Indonesia defisit pangan, itu lebih ancaman lagi," terang Iwan.

Dia lantas menjelaskan proyeksi program cetak sawah Wanan difokuskan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Berbagai faedah utamanya meliputi pencapaian sasaran swasembada beras, pembuatan lapangan kerja baru di pedesaan, peningkatan pendapatan masyarakat/petani hingga 20 persen sampai 30 persen, serta pemanfaatan lahan tidur menjadi area produktif.

Mengenai lingkungan dan hutan, Iwan menilai pemerintah pasti sudah mempunyai kajian dan megikuti patokan perundang-undangan nan berlaku. "Dalam situasi tekanan dunia nan berefek ke kondisi ekonomi Indonesia saat ini, kita perlu membangun narasi-narasi optimisme dan bukan malah melakukan provokasi," katanya, menekankan. (Cah/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia