Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendesak langkah komprehensif atasi darurat gambling online anak.(Dok. Universitas Muhammadiyah Surabaya)
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendesak adanya langkah komprehensif dan kolaboratif antar-elemen bangsa untuk merespons kondisi darurat paparan judi online (judol) terhadap anak di Indonesia. Langkah masif diperlukan segera guna melindungi generasi penerus dari ancaman degradasi karakter di ruang digital.
"Pencegahan paparan gambling online terhadap anak dan remaja kudu segera dilakukan secara berbareng dan masif demi melindungi generasi penerus bangsa," ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5).
Data terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menunjukkan nomor nan mengkhawatirkan, di mana nyaris 200.000 anak Indonesia telah terpapar gambling online. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80.000 di antaranya merupakan anak-anak di bawah usia 10 tahun.
Lestari, nan berkawan disapa Rerie, menegaskan bahwa ancaman ini bukan sekadar persoalan finansial, melainkan ancaman serius terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional. Menurutnya, anak nan terbiasa dengan sistem "instan-menang-kalah" bakal kehilangan pemahaman tentang nilai proses, usaha, dan kejujuran.
"Ini bukan sekadar ancaman finansial, tetapi juga krisis pembentukan karakter generasi penerus bangsa," tegas Rerie nan juga merupakan Anggota Komisi X DPR RI tersebut.
Sebagai langkah strategis, Legislator dari Dapil II Jawa Tengah ini mendorong tiga poin utama ialah penguatan literasi digital secara konsisten bagi anak dan orang tua, perlindungan menyeluruh di ruang digital dan penegakan norma tegas terhadap sindikat judol dan penyediaan sistem pelaporan serta jasa rehabilitasi psikososial bagi korban anak.
Rerie juga meminta lembaga mengenai untuk menyampaikan target-target terukur dari kebijakan perlindungan anak kepada publik. Hal ini krusial untuk memastikan efektivitas langkah pencegahan nan telah direncanakan.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini menutup dengan menekankan bahwa kerjasama kuat antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah adalah kunci. Keamanan anak di ruang digital kudu menjadi prioritas utama demi melahirkan generasi nan sehat, berkarakter, dan berkekuatan saing di masa depan. (RO/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·