Ilustrasi(Dok Istimewa)
PENGEMBANGAN sumber daya manusia (SDM) menjadi aspek kunci dalam mendorong pertumbuhan industri kelapa sawit nasional nan berkelanjutan.
Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat ME Manurung, mengutarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan alias BPDP mempunyai peran strategis untuk meningkatkan kualitas SDM di sektor kelapa sawit nasional.
Menurutnya, beragam program BPDP baik dalam corak danasiwa kelapa sawit maupun training bagi petani telah memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan industri sawit.
"Saya memandang salah satu kata kunci keberhasilan sawit Indonesia sampai dengan saat ini adalah support BPDP terkhusus di sektor SDM," kata Gulat Manurung dalam keterangannya hari ini..
Gulat Manurung mengatakan, program-program BPDP nan berfokus pada pengembangan SDM semakin terarah dan tepat sasaran. Implementasi program tersebut diwujudkan melalui training dan pendidikan teknis serta support terhadap penelitian dan pemberian danasiwa di bagian kelapa sawit.
Ia mendorong BPDP untuk terus melakukan pertimbangan dan penyempurnaan program guna meningkatkan efektivitas serta akibat nyata terhadap industri. Langkah pertimbangan dan perbaikan nan dilakukan selama ini telah memperkuat posisi BPDP sebagai lokomotif utama dalam pengembangan SDM kelapa sawit nasional.
Terkait program training petani sawit, dia berambisi bisa semakin tepat sasaran. Program training teknis bagi petani sawit ini krusial guna meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan profesionalisme sehingga terwujud industri kelapa sawit nasional nan semakin produktif dan berkelanjutan.
"Saya memandang pertimbangan dan perbaikan nan cukup signifikan telah membikin BPDP sebagai lokomotif SDM sawit Indonesia. SDM sawit kudu di depan, paling tidak setara dengan perkembangan dinamika teknologi perkebunan kelapa sawit. Makanya kampus-kampus nan menjadi mitra SDM sawit kudu berkualitas" ujarnya.
Berdasarkan info BPDP, sebanyak 29.263 peserta training dan 13.265 peserta program pendidikan alias danasiwa telah mengikuti program pengembangan SDM sawit hingga tahun 2025. Dari total penerima danasiwa tersebut, sebanyak 3.910 mahasiswa telah lulus dari beragam perguruan tinggi nan bekerja sama dengan BPDP.
Program pengembangan SDM sawit melibatkan 42 perguruan tinggi dengan total 900 kelas training nan dilaksanakan di beragam wilayah sentra perkebunan sawit. Program tersebut menjangkau 21 provinsi di Indonesia nan menjadi wilayah utama perkebunan kelapa sawit.
"Ini sangat luar biasa. Saya pikir ini langkah kita juga untuk menyesuaikan kebutuhan stakeholder sawit berangkaian dengan SDM. Jadi, dengan 13.265 orang, ini saya pikir sudah menuju kepada tepat sasaran biaya sawit tersebut," pungkasnya.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·