Liga Arab Desak AS Paksa Israel Hentikan Serangan ke Libanon

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Liga Arab Desak AS Paksa Israel Hentikan Serangan ke Libanon Kondisi Libanon usai serangan sadis Israel.(Al Jazeera)

LIGA Arab secara resmi menuntut Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan pengaruhnya guna memaksa Israel menghentikan agresi militer terhadap Libanon. Tuntutan ini muncul di tengah upaya diplomatik dunia untuk meredakan ketegangan di area Timur Tengah.

Seruan tegas tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, pada Rabu (8/4). Pernyataan ini dirilis menyusul pengumuman gencatan senjata selama dua pekan nan telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran sehari sebelumnya.

Logika Gencatan Senjata Regional

Menurut Aboul Gheit, sangat wajar dan logis andaikan perjanjian gencatan senjata nan melibatkan kekuatan besar seperti AS dan Iran juga mencakup penghentian serangan Israel ke wilayah Libanon. Ia menilai stabilitas area tidak bakal tercapai jika salah satu pihak tetap melanjutkan operasi militer besar-besaran.

"Atas dasar ini, Liga Arab menyerukan kepada Amerika Serikat untuk memastikan bahwa perihal ini diberlakukan pada pihak Israel, nan terus melanjutkan serangan agresifnya terhadap Libanon tanpa memperhatikan perjanjian nan telah dicapai," tegas Gheit dalam keterangannya.

Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeklaim telah melancarkan serangan udara dan darat terbesar terhadap golongan pejuang Hizbullah di Libanon sejak eskalasi terbaru dimulai pada awal Maret 2026.

Upaya Diplomatik Libanon

Perdana Menteri Libanon, Nawaf Salam, menyatakan bahwa pemerintahannya sekarang tengah meningkatkan upaya diplomatik secara intensif. Libanon berambisi dapat segera mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, memanfaatkan momentum pengumuman gencatan senjata sementara antara AS dan Iran.

Pada Selasa malam (7/4), Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dua pekan dengan Iran. Langkah ini dipandang sebagai upaya deeskalasi untuk mencegah bentrok nan lebih luas di area tersebut.

Pembukaan kembali Selat Hormuz

Sebagai respons positif atas pengumuman gencatan senjata tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan pada Rabu bahwa Teheran bakal segera membuka kembali Selat Hormuz. Jalur perairan strategis ini sangat krusial bagi ekonomi bumi karena:

  • Menangani sekitar 20 persen pasokan minyak global.
  • Menjadi jalur utama produk petroleum dan gas alam cair (LNG).
  • Berpengaruh langsung terhadap stabilitas nilai energi.

Meskipun Iran menunjukkan itikad baik dengan membuka jalur pelayaran internasional, situasi di Libanon tetap menjadi batu sandungan utama. Liga Arab memperingatkan bahwa tanpa tekanan nyata dari Washington terhadap Tel Aviv, gencatan senjata nan baru seumur jagung ini terancam runtuh dan memicu kembali krisis daya global. (Sputnik/RIA Novosti/I-2)

Konteks Strategis: Desakan Liga Arab ini menempatkan pemerintahan Trump dalam posisi krusial untuk membuktikan efektivitas diplomasinya dalam mengendalikan sekutu terdekatnya di kawasan, guna memastikan stabilitas keamanan maritim dan ekonomi internasional tetap terjaga.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia