Arne Slot.(Liverpool FC)
LIVERPOOL tetap memperkuat di Liga Champions meski napas mereka sekarang tersisa tipis. Kekalahan 0-2 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama perempat final di Parc des Princes, Kamis (9/4), menegaskan satu hal. Musim nan dialami the Reds dinilai berada di titik paling rapuh.
Kompetisi Eropa ini menjadi satu-satunya kesempatan trofi Liverpool musim ini. The Reds tetap hidup di Liga Champions tetapi hanya seutas benang nan menahan angan itu dan semuanya bakal ditentukan pada leg kedua di Anfield pekan depan.
Hasil di Paris menjadi lanjutan tren negatif setelah dibantai Manchester City beberapa hari sebelumnya di arena Piala FA. Di kandang PSG, suporter Liverpool nan menyaksikan langsung the Reds tampil tanpa arah, minim ancaman, dan kalah jauh dalam nyaris semua aspek permainan.
Secara statistik, kekuasaan PSG begitu telak. Penguasaan bola mencapai lebih dari 70%, jumlah tembakan dan sentuhan di kotak penalti berlipat, serta kecermatan umpan nan jauh lebih rapi.
Liverpool apalagi tidak bisa melakukan tembakan mengarah ke gawang namalain on sasaran sepanjang laga. Mantan kiper Inggris Paul Robinson menggambarkan lembah kualitas nan terlihat jelas di lapangan.
"Itu juara kami (Liga Primer) melawan juara mereka. Tim kami tidak mendekati level mereka," kata Robinson kepada BBC.
Liverpool nan tampil dengan skema lima bek justru terlihat semakin mudah ditembus. Pendekatan memperkuat nan dipilih pembimbing Arne Slot menjadi sorotan. Alih-alih memperkuat pertahanan, skema itu dinilai mengorbankan identitas menyerang Liverpool.
"Begitu mereka bermain dengan lima bek, itu memberi sinyal nan salah. Mereka tidak bermain sesuai kekuatan sendiri," kata Robinson.
Masalah Liverpool tak hanya di lini belakang. Di depan, ketajaman nyaris hilang. Dalam tiga laga terakhir, mereka hanya mencetak satu gol. Ini juga pertama kali di Liga Champions sejak 2020 Liverpool tak bisa mencatatkan satu pun tembakan on target.
Slot mengakui timnya lebih banyak memperkuat sepanjang laga. Keputusan mencadangkan Mohamed Salah juga memicu tanda tanya. Bahkan ketika tim memerlukan gol, penyerang asal Mesir itu tidak dimainkan. Slot berkilah mau menjaga kondisi pemainnya.
"Saya pikir lebih baik dia (Salah) menyimpan energinya untuk pertandingan berikutnya," kata Slot.
"Kami berada dalam mode memperkuat nyaris sepanjang pertandingan. PSG lebih baik, tetapi kami tidak menyerah dan itu membikin kami tetap punya peluang," tambahnya.
Peluang itu memang tetap ada meski tipis untuk leg kedua di kandang. Anfield kerap menjadi panggung keajaiban, termasuk saat membalikkan defisit 0-3 melawan Barcelona pada 2019.
Namun, situasi saat ini dinilai berbeda. Performa Liverpool tengah menurun tajam, baik secara permainan maupun mental.
Mantan bek Liverpool Stephen Warnock menilai kepercayaan diri tim berada di titik rendah.
"Rasanya kepercayaan diri mereka sedang sangat rendah. Kekalahan terus datang, dan ada akibat kerusakan lebih besar di leg kedua," ucap Warnock.
Dilema sekarang dihadapi Slot. Untuk membalikkan keadaan, Liverpool kudu menyerang di Anfield. Namun, membuka permainan berfaedah memberi ruang bagi PSG untuk menghukum lewat serangan balik.
"Jika mereka terbuka, mereka bisa dihancurkan. Namun, jika bermain seperti ini lagi, mereka juga tidak bakal mencetak gol," kata Warnock. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·