loading...
Blibli menghadirkan social experiment dengan memperkenalkan JEDA. Langkah ini sebagai pendekatan sederhana untuk merespons dengan lebih bijak di ruang offline dan online. Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA - PT Global Digital Niaga Tbk ( Blibli ) menghadirkan social experiment dengan memperkenalkan JEDA (Jangan Reaktif, Evaluasi, Double-check, Ambil keputusan dengan tenang). Langkah ini sebagai pendekatan sederhana untuk merespons dengan lebih bijak di ruang offline dan online.
Inisiatif ini bermaksud mendorong kebiasaan pause culture untuk berakhir sejenak sebelum bertindak, baik di ruang daring maupun luring. Program ini didukung Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Perdagangan RI, Bank Indonesia, serta Indonesian E-commerce Association sebagai akselerator.
JEDA dihadirkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan konsumen dan literasi digital, melalui microsite jeda10detik.com. Sebagai ruang micro-pause sekaligus social experiment, Blibli mau membujuk masyarakat mengambil JEDA 10 detik sebelum merespons beragam informasi, agar lebih bijak dan tidak mudah terpantik. Baca juga: 10 Negara Paling Rentan Penipuan Digital, Indonesia Nomor 2 Dunia
Eksperimen sosial nan berjalan pada 19 Februari hingga 31 Maret 2026 ini melibatkan lebih dari 158.000 penduduk +62. Hasilnya, tujuh dari 10 mengaku merasa lebih tenang setelah melakukan JEDA 10 detik, menunjukkan bahwa jarak singkat dapat membantu menurunkan respons impulsif dan menghadirkan kejernihan sebelum mengambil keputusan.
Inisiatif JEDA datang di tengah tingginya intensitas hubungan digital, di mana masyarakat semakin terbiasa bereaksi sigap tanpa jeda. Data Indonesia Anti Scam Center mencatat 432.637 kejuaraan penipuan dengan total kerugian Rp9,1 triliun dalam periode 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026.
Sementara Survei APJII 2025 menunjukkan 22,12% pengguna internet Indonesia pernah mengalami penipuan online . Melihat kondisi tersebut, diperlukan upaya nan berkepanjangan dan kolaboratif dengan melibatkan beragam pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi digital serta mendorong terciptanya konsumen nan lebih berdaya, kritis, dan handal dalam menghadapi dinamika nan semakin cepat.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·