Logitech Tuai Kontroversi dengan Membandingkan Penggunanya dengan Anjing

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

loading...

BEIJING - Logitech, sebuah perusahaan aksesoris komputer di China, telah mengeluarkan permintaan maaf mendesak setelah sebuah iklan membandingkan pengguna nan menunggu giliran penjualan dengan anjing.

Logitech China menghadapi krisis merek nan serius setelah sebuah iklan nan dianggap menyinggung konsumen muncul di saluran penjualan resminya. Insiden tersebut bermulai dari iklan untuk "Logitech G Official Flagship Store" di platform Douyin pada tanggal 26 Maret.

Konten kontroversial tersebut memuat frasa nan menghina: "Begitu mulai dijual, bukankah Anda langsung menyerbu seperti anjing?"

Seketika itu juga, gambar ini menyebar dengan sigap di media sosial di Tiongkok, menyebabkan gelombang kemarahan dan seruan untuk memboikot produk perusahaan tersebut, terutama lini mouse gaming kelas atasnya.

Iklan Logitech, nan dianggap menyinggung emosi pelanggan, segera dihapus setelahnya.

Setelah mendapat kecaman publik nan kuat, Logitech China mengeluarkan permintaan maaf resmi pada malam nan sama. Seorang perwakilan perusahaan menyatakan bahwa mereka "terkejut dan sedih" atas apa nan telah terjadi. Menurut penyelidikan awal, toko tersebut tidak dioperasikan langsung oleh Logitech tetapi dikelola oleh pihak ketiga, Shanghai Best Electronics Co., Ltd., di bawah otorisasi.

Logitech menjelaskan bahwa seorang tenaga kerja dari mitra operasinya telah secara independen memposting konten tersebut tanpa melalui proses peninjauan materi pemasaran standar perusahaan. Hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap pedoman etika dan gambaran merek nan telah dibangun oleh perusahaan.

"Kami sepenuhnya memahami dan bersimpati dengan kekecewaan dan kemarahan setiap pemain," demikian pernyataan Logitech China dalam permintaan maafnya.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews