Lonjakan Harga Avtur, Pakar Prediksi Harga Tiket Pesawat Naik hingga 35 Persen

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Lonjakan Harga Avtur, Pakar Prediksi Harga Tiket Pesawat Naik hingga 35 Persen Ilustrasi(ANTARA)

Industri penerbangan nasional sekarang tengah menghadapi tantangan berat menyusul tren kenaikan nilai bahan bakar pesawat alias avtur di pasar global. Pakar penerbangan memprediksi, jika lonjakan ini terus bersambung tanpa intervensi kebijakan, nilai tiket pesawat di tingkat konsumen berpotensi mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 35 persen.

Kenaikan harga avtur menjadi aspek krusial lantaran komponen bahan bakar menyumbang porsi terbesar dalam biaya operasional maskapai, ialah berkisar antara 30 hingga 40 persen. Kondisi ini diperparah dengan perubahan nilai tukar Mata Uang Rupiah terhadap dolar AS, mengingat transaksi avtur dan suku cadang pesawat menggunakan mata duit asing.

Beban Operasional Maskapai Meningkat

Pakar kebijakan publik dan penerbangan menilai bahwa maskapai saat ini berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, mereka kudu menjaga keterjangkauan nilai bagi masyarakat, namun di sisi lain, margin untung semakin tergerus oleh biaya produksi nan membengkak.

“Jika nilai avtur naik secara konsisten, maka penyesuaian tarif adalah langkah nan susah dihindari oleh maskapai. Prediksi kami, kenaikan nilai tiket bisa menyentuh nomor 35 persen untuk menutupi biaya operasional nan melonjak,” ujar master dalam keterangannya.

Kenaikan nilai tiket nan terlalu tinggi dikhawatirkan bakal menurunkan daya beli masyarakat dan menghalang pemulihan sektor pariwisata nasional.

Struktur Biaya Penerbangan

Berikut adalah perkiraan akibat kenaikan komponen biaya terhadap nilai tiket pesawat berasas kajian pasar saat ini:

Komponen Biaya Estimasi Dampak Kenaikan
Bahan Bakar (Avtur) 25% - 35%
Maintenance & Spareparts 10% - 15% (Tergantung Kurs)
Biaya Kebandarudaraan Stabil

Perlunya Evaluasi TBA dan TBB

Menyikapi potensi lonjakan ini, para pemangku kepentingan mendorong pemerintah untuk segera mengevaluasi patokan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB). Penyesuaian fuel surcharge alias biaya tambahan bahan bakar dianggap sebagai solusi jangka pendek nan paling realistis untuk menjaga keberlangsungan industri penerbangan.

Hingga saat ini, para pelaku upaya maskapai tetap memantau pergerakan nilai minyak mentah bumi dan berambisi ada stabilitas pada nilai tukar Mata Uang Rupiah agar tekanan terhadap nilai tiket tidak terlalu ekstrem bagi masyarakat luas.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia