Lonjakan Kasus Campak Jadi Alarm Melemahnya Herd Immunity

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Lonjakan Kasus Campak Jadi Alarm Melemahnya Herd Immunity Lonjakan kasus balang di sejumlah wilayah dinilai menjadi sirine melemahnya herd immunity.(Antara)

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan lonjakan kasus campak di sejumlah wilayah kudu menjadi sirine serius bagi masyarakat dan pemerintah untuk segera memperkuat sistem kesehatan, mulai dari tingkat keluarga.

Pernyataan itu disampaikan Lestari dalam Forum Diskusi Denpasar 12. Ia menegaskan, balang bukan penyakit ringan, melainkan jangkitan nan bisa berujung fatal.

“Selama ini tetap ada dugaan balang sebagai penyakit biasa. Padahal, ini penyakit nan bisa berakibat fatal, apalagi telah menimbulkan korban jiwa,” ujar Lestari dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (8/4).

Menurut dia, hingga akhir Maret tercatat sejumlah kematian akibat campak secara nasional, termasuk kasus nan menimpa tenaga kesehatan, seperti master muda nan sedang bertugas.

Lestari menilai lonjakan kasus balang sejak awal tahun kudu menjadi peringatan untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat sekaligus memperkuat sistem kesehatan dari unit terkecil, ialah keluarga.

“Kalau dari skala family kita bisa membangun sistem kesehatan nan kuat, maka secara berjenjang bakal terbentuk sistem kesehatan nasional nan baik,” katanya.

Ia juga menyoroti menurunnya kekebalan golongan alias herd immunity sebagai salah satu penyebab utama meningkatnya kasus campak. Lestari mempertanyakan turunnya cakupan imunisasi, padahal vaksin campak-rubella telah lama masuk dalam program imunisasi dasar bagi balita dan anak.

Di sisi lain, sejumlah wilayah telah melaporkan kasus suspek balang nan kemudian ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di beragam kabupaten dan kota.

Karena itu, Lestari menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang campak, mulai dari penyebab, langkah penularan, hingga langkah penemuan dini.

“Yang paling krusial adalah gimana kita bisa bersama-sama memperkuat sistem di organisasi untuk memahami dan mendeteksi lebih awal, sehingga dapat melakukan antisipasi dengan cepat,” ujarnya. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia