Lotte Chemical Alami Gangguan Pasokan, Produksi Diturunkan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Lotte Chemical Alami Gangguan Pasokan, Produksi Diturunkan Fasilitas produksi Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten.(Antara)

Lotte Chemical Indonesia (LCI) menghadapi gangguan pasokan bahan baku akibat ditutupnya Selat Hormuz sebelumnya, imbas bentrok antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sebagai langkah antisipatif, perusahaan mengurangi produksi untuk menjaga keberlanjutan usaha. LCI menyebut gangguan di area Selat Hormuz berakibat signifikan terhadap kesiapan bahan baku utama seperti nafta dan elpiji.

"LCI hingga saat ini tetap beraksi namun dengan menurunkan tingkat produksinya," ujar Direktur Management Support PT Lotte Chemical Indonesia Cho Jin-Woo dalam keterangan resmi dikutip Kamis (9/4). 

Pengurangan produksi dilakukan lantaran rute pengadaan bahan baku terpaksa diubah akibat halangan logistik nan ada. LCI juga memastikan pertimbangan dilakukan setiap hari untuk memantau situasi dan menjaga transparansi seiring berkembangnya kondisi.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Cho mengaku pihaknya aktif melakukan beragam langkah pengganti untuk mengamankan pasokan dari sumber lain, demi menjaga keberlangsungan produksi dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Cho juga menegaskan alokasi persediaan produk dan kapabilitas produksi saat ini sebagian besar diprioritaskan untuk pasar domestik. Distribusi pasokan dilakukan secara terukur guna menjaga stabilitas industri hilir nasional.

"Dalam situasi nan penuh ketidakpastian ini, prioritas utama kami menjaga keberlangsungan pasokan industri dalam negeri. LCI terus mengoptimalkan sumber daya nan tersedia untuk meminimalkan akibat gangguan terhadap pelanggan,” tegas Cho.

Untuk mengatasi perihal ini, LCI mengatakan support pemerintah banget berfaedah bagi perusahaan, antara lain penyederhanaan izin untuk mempercepat proses impor bahan baku, penerapan bea masuk 0% untuk elpiji sebagai bahan baku, dan support fiskal sementara untuk mengimbangi lonjakan eksponensial dalam krisis rantai pasokan global.

"Ini termasuk support untuk mengupayakan jalur keluar nan kondusif bagi kapal pengangkut bahan baku LCI nan saat ini tertahan di Selat Hormuz," kata Cho.

Ia menambahkan support pemerintah juga diharapkan memberikan keamanan penting, tidak hanya untuk kondisi saat ini tetapi juga bagi industri domestik di masa depan. 

“Ini agar aktivitas produksi kami tetap bersambung dan memberikan akibat positif bagi program hilirisasi nan dicanangkan pemerintah,” pungkasnya. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia