Progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B.(Dok. Antara)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengurungkan rencana ekspansi jalur LRT Jakarta. Koridor Manggarai–Dukuh Atas nan sebelumnya masuk dalam skenario pengembangan sekarang dikaji ulang, menyusul padatnya jasa transportasi umum nan sudah lebih dulu melayani lintasan tersebut.
“Dari Manggarai ke Dukuh Atas itu KRL-nya sudah banyak sekali, jadi aksesnya sebenarnya sudah sangat mudah,” ujar Pramono di Balai Kota dikutip Jumat (10/4).
Alih-alih memaksakan pembangunan jalur baru di koridor nan ramai, dirinya Pemprov DKI justru menggeser konsentrasi ke pengembangan jalur loop LRT Jakarta nan menghubungkan area timur dan utara.
Rute tersebut dirancang melingkar dari Velodrome menuju Kelapa Gading, Tanjung Priok, hingga area Jakarta International Stadium (JIS) dan Ancol Jakarta Utara.
“Untuk loop Velodrome, Kelapa Gading, masuk ke Tanjung Priok, JIS, sampai Ancol, itu sudah mendapatkan persetujuan. Tinggal membangun,” tegasnya.
Ia menekankan, setiap keputusan pembangunan transportasi massal tidak bisa semata berbasis kemauan ekspansi, melainkan kudu bertumpu pada kebutuhan riil, nilai ekonomi, serta keahlian fiskal daerah.
Dirinya juga mengaku mendapatkan, saran dari PT Kereta Api Indonesia menjadi pertimbangan krusial dalam pertimbangan tersebut.
Di sisi lain, proyek LRT Jakarta fase 1B tetap terus berjalan. Jalur sepanjang 6,4 kilometer ini bakal menghubungkan lima stasiun baru, mulai dari Pemuda Rawamangun hingga Manggarai. Jika rampung, total lintasan LRT Jakarta bakal mencapai 12,2 kilometer dengan 11 stasiun aktif, menyambung dari Pegangsaan Dua hingga Manggarai.
Dengan kalkulasi ulang nan tengah dilakukan, Pemprov DKI berupaya memastikan setiap rupiah investasi transportasi betul-betul berakibat langsung pada mobilitas warga.
"Kami sedang menghitung budget-nya dan semuanya. Sebentar lagi bakal diputuskan,” pungkas Pramono. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·