Pesawat milik maskapai penerbangan Jerman Lufthansa(AFP/MICHAELA STACHE)
MASKAPAI penerbangan nasional Jerman, Lufthansa Group, mengambil langkah drastis dengan mengumumkan pemangkasan sekitar 20.000 penerbangan jarak pendek dari agenda musim panas hingga Oktober 2026. Keputusan strategis ini diambil sebagai respons atas melonjaknya biaya bahan bakar jet nan dipicu oleh pecahnya bentrok di Iran.
Manajemen Lufthansa menjelaskan bahwa langkah efisiensi ini bermaksud untuk menekan pengeluaran operasional di tengah ketidakpastian geopolitik. Meski jumlah penerbangan nan dipangkas terlihat besar, grup maskapai tersebut menyatakan bahwa pengurangan ini hanya bakal menurunkan kapabilitas keseluruhan kurang dari satu persen dalam hitungan kilometer bangku nan tersedia (Available Seat Kilometers/ASK).
Langkah ini diproyeksikan bisa menghemat lebih dari 40.000 metrik ton bahan bakar jet. Fokus pemangkasan terutama menyasar rute-rute jarak pendek nan dinilai tidak menguntungkan dari hub utama mereka di Frankfurt dan Munich.
Optimalisasi Hub dan Dampak Operasional
Sebagai bagian dari optimasi di enam hub Eropa miliknya, Lufthansa bakal mengalihkan konsentrasi dengan memperluas jasa nan sudah ada di Zurich, Wina, dan Brussels. Putaran pertama penyesuaian jangka pendek ini apalagi sudah mulai diberlakukan sejak Selasa (21/4) untuk operasional hingga 31 Mei mendatang.
Setidaknya terdapat 120 pembatalan penerbangan harian nan mulai efektif berjalan. Pihak maskapai memastikan bahwa seluruh penumpang nan terdampak telah mendapatkan notifikasi resmi mengenai perubahan agenda tersebut.
Berikut adalah rincian info mengenai kebijakan efisiensi Lufthansa Group:
| Total Pemangkasan | ~20.000 penerbangan (hingga Oktober) |
| Target Penghematan BBM | >40.000 metrik ton bahan bakar jet |
| Pembatalan Harian | 120 penerbangan per hari (mulai 21 April) |
| Destinasi Dihapus Sementara | Bydgoszcz (Polandia), Rzeszow (Polandia), Stavanger (Norwegia) |
| Koneksi nan Dikonsolidasi | Heringsdorf, Cork, Gdansk, Ljubljana, Rijeka, Sibiu, Stuttgart, Trondheim, Tivat, dan Wroclaw |
Strategi Jangka Menengah
Selain menghapus beberapa destinasi, Lufthansa juga mengonsolidasikan 10 hubungan melalui hub grup lainnya guna meningkatkan efisiensi jaringan di Eropa. Meski ada pengurangan di rute pendek, maskapai berkomitmen untuk tetap mempertahankan akses ke sistem rute global, terutama untuk hubungan jarak jauh nan tetap menjadi prioritas.
Terkait kesiapan energi, Lufthansa menjamin bahwa pasokan bahan bakar jet untuk beberapa minggu ke depan tetap dalam posisi aman. Perusahaan menggunakan kombinasi strategi pengadaan bentuk dan langkah lindung nilai nilai (hedging) untuk mengelola volatilitas biaya bahan bakar di pasar global.
Rencana rute jangka menengah nan lebih komprehensif untuk bulan-bulan mendatang dijadwalkan bakal diterbitkan pada akhir April alias awal Mei 2026, nan kemungkinan besar bakal mencakup penyesuaian tambahan pada agenda penerbangan musim panas. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·