Jakarta, CNN Indonesia --
Banjir yang menggenangi area simpang lampu merah di Puri Kembangan, Jakarta Barat, Selasa, mengakibatkan arus lampau lintas dari beragam arah macet total.
Mengutip dari Antara, per pukul 11.00 WIB tadi arus lampau lintas dari Cengkareng menuju Kembangan maupun arah sebaliknya macet hingga padat merayap.
Banjir setinggi 60-80 sentimeter (cm) membikin sejumlah kendaraan tertahan di bawah kolong tol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ratusan sepeda motor nan nekat menerobos banjir berhujung mogok hingga menumpuk di pinggir Jalan Outer Ring Road arah Cengkareng. Kondisi itu membikin arus lampau lintas Jalan Kembangan Raya dan Jalan Outer Ring Road macet parah.
Mengutip dari akun X Pemkot Jakbar, per pukul 12.04 WIB, petugas campuran masih melakukan penanganan banjir nan menggenangi kolong tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1 area Puri Kembangan, RW 01 Kelurahan Kembangan Selatan
Melansir dari Antara, kemacetan terpantau padat mulai pukul 09.00 WIB, ketika volume kendaraan meningkat di tengah kondisi jalan nan tergenang air luapan kali pascahujan deras kemarin.
Tak ayal klakson kendaraan saling bersahutan. Senggolan antarkendaraan dan adu mulut antarpengendara pun tak terhindarkan.
Hal itu diakibatkan banyak roda dua nan mencoba putar kembali mencari jalur pengganti di tengah lampau lintas nan padat merayap.
Puluhan petugas campuran dari Satlantas Polres Metro Jakarta Barat dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat terlihat kewalahan mengatur lampau lintas.
"09.22 Saat ini tetap terdapat genangan setinggi 10-15 cm di Sekitar Traffic Light Puri Kembangan Jakarta Barat, sementara tetap bisa dilintasi oleh kendaraan, untuk arus lampau lintas terpantau cukup padat, Anggota Satlantas Jakarta Barat melakukan pengaturan lampau lintas guna mengurai kepadatan lampau lintas," demikian dikutip dari akun X @TMCPoldaMetro.
[Gambas:Twitter]
Seorang kurir paket berjulukan Faqih mengaku terjebak macet dari arah Wali Kota Jakbar menuju Cengkareng.
"Udah separuh jam tadi dari belakang (menunjuk arah Wali Kota). Padat banget. Ini lagi mau antar paket ke Cengkareng, jadinya telat," kata Faqih nan tengah tertahan di kolong tol, lantaran ragu menerobos genangan banjir.
Faqih akhirnya terpaksa menerobos berbareng ratusan kendaraan lainnya, usai diarahkan petugas kepolisian.
[Gambas:Twitter]
Ratusan kendaraan sepeda motor mogok usai menerobos genangan banjir di simpang lampu merah Puri Kembangan pada Selasa pagi tadi. Para pengemudi sepeda motor itu mengalami masalah setelah berupaya menerobos banjir dengan ketinggian mencapai 60-80 sentimeter (cm) pada pagi tadi.
Tak ayal, banyak kendaraan nan terhenti tepat di tengah banjir. Pengendara pun terpaksa mendorong sepeda motornya menuju area kering.
Petugas polisi, Dishub alias Sudin Sumber Daya Air juga terlihat ikut membantu pengendara nan terjebak di tengah genangan banjir, sekaligus memecah kemacetan.
Imbasnya, banyak kendaraan roda dua nan terhenti di pinggir Jalan Outer Ring Road arah Cengkareng dan pinggir Jalan Kembangan Raya arah Kantor Wali Kota Jakbar.
Mereka menunggu hingga air keluar dari mesin sepeda motornya, sehingga bisa kembali dihidupkan kembali.
Seorang ojek online berjulukan Iqbal mengaku terjebak di kolong tol lantaran takut sepeda motornya rusak jika kemasukan air.
"Udah 20 menit-an tertahan di sini, enggak bisa terobos, takut juga," kata Iqbal di letak pagi tadi.
Rekayasa lampau lintas
Polisi memberlakukan rekayasa lampau lintas imbas banjir di kolong Ring Road Puri Kembangan, Jakarta Barat, nan memicu kemacetan parah di area tersebut, Selasa.
Wakasat Lantas Polres Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham mengatakan, rekayasa lampau lintas dilakukan dengan menutup sementara akses kendaraan dari Tol Jakarta-Tangerang nan hendak menuju Ring Road Puri.
"Yang dari tol arah Jakarta-Tangerang menuju Ring Road kita tutup dulu agar mengurangi kepadatan di letak banjir ini," kata Ilham di Jakarta, Selasa.
Sementara itu, arus lampau lintas dari jalur lain tetap terpantau normal meski bergerak lambat akibat pengaruh antrean kendaraan di sekitar genangan.
Sebagai upaya penanganan, abdi negara campuran berkekuatan sekitar 50 personel dikerahkan untuk mengatur lampau lintas sekaligus membantu penanganan banjir.
"Kami sudah berkoordinasi, ada sekitar 20 personel dari kami, dan total campuran mungkin lebih dari 50 personel dari beragam instansi," tutur Ilham.
Selain pengaturan lampau lintas, penanganan genangan juga dilakukan melalui penyedotan air oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat.
(antara/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·