Mahasiswa Univa Sulap Lokasi Banjir Jadi Kebun Microgreen di Serdang Bedagai

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Mahasiswa Univa Sulap Lokasi Banjir Jadi Kebun Microgreen di Serdang Bedagai Ilustrasi(Dok Istimewa)

WAJAH Desa Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, perlahan mulai berubah. Wilayah nan kerap menjadi langganan banjir tahunan akibat pendangkalan sungai ini tidak lagi hanya menyisakan lumpur dan duka. Melalui tangan 50 mahasiswa Universitas Al Washliyah (Univa) Medan, sisa-sisa musibah itu sekarang beralih bentuk menjadi pusat ketahanan pangan baru.

Lewat Program Mahasiswa Berdampak dalam Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026, para mahasiswa lintas studi ini menghadirkan solusi konkret, ialah budidaya microgreen. Teknologi pertanian lahan sempit ini dipilih bukan tanpa alasan.

Di Dusun I dan III nan tanahnya sering rusak akibat genangan air, microgreen menjadi tumpuan angan bagi penduduk untuk kembali berkekuatan secara ekonomi tanpa butuh lahan luas.

"Kami mau kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa support fisik, tetapi juga pendampingan edukasi agar masyarakat bangkit mandiri," ujar Muhlizar, Ketua Tim Dosen Lapangan, saat meninjau letak program nan berjalan sejak akhir Januari hingga Maret 2026 tersebut.

Selama 160 Jam Kerja Efektif Mahasiswa (JKEM), para peserta program nan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membaur total dengan warga. Mereka tidak hanya mengajarkan langkah tanam, tapi juga mengimplementasikan teknologi biochar untuk memulihkan kualitas tanah nan jenuh akibat banjir.

Efeknya dirasakan langsung oleh perangkat desa. Johansyah Putra, Kepala Dusun III, mengaku sempat skeptis dengan kehadiran mahasiswa di tengah situasi Sumatera nan sedang berat.

"Sejujurnya, awalnya kami mengira mereka hanya 'pemanis' di lapangan. Ternyata saya salah besar. Mereka bukan hanya bawa teori, tapi solusi membumi. Mereka bantu rapikan sistem logistik lewat produk sederhana buatan mereka sendiri," tutur Johansyah.

Dosen Anggota Syarifa Mayly Boelian Dachban menjelaskan, pendekatan nan diambil adalah Ekonomi Hijau. Selain microgreen, mahasiswa juga membekali penduduk dengan literasi norma lingkungan dan kebencanaan.

Tujuannya jelasm, membangun kemandirian jangka panjang.
Univa Medan sendiri menjadi satu dari sedikit perguruan tinggi swasta (PTS) nan lolos seleksi ketat program nasional ini.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat desa bisa menciptakan suntikan daya baru bagi penduduk nan tengah berjuang pulih dari akibat bencana.

Kini, penduduk Desa Sei Rampah punya langkah baru untuk melawan trauma banjir. Yakni dengan merawat tunas-tunas hijau nan tumbuh subur di teras rumah mereka sendiri. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia