Makassar, CNN Indonesia --
Seorang mahasiswi di Makassar, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban penyekapan setelah melamar pekerjaan melalui media sosial. Polisi pun mengejar pelaku nan telah kabur lebih dulu.
"Jadi saat kami menerima info dari masyarakat bahwa diduga ada seorang gadis disekap di salah satu rumah, petugas dari Polsek langsung mendatangi letak tersebut," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif, Rabu (13/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban ditemukan dalam kondisi tangan terikat di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Tamalate, dan sekarang telah diamankan untuk mendapatkan pendampingan serta menjalani proses hukum.
"Setelah tiba di TKP, kami betul menemukan seorang wanita dalam kondisi tangannya terikat," ujar Latif.
Berdasarkan keterangan awal korban, peristiwa bermulai saat melamar pekerjaan melalui media sosial. Setelah dinyatakan diterima, korban diminta datang ke sebuah rumah nan disebut sebagai letak mengenai pekerjaan tersebut.
"Menurut keterangan korban, awal mula kejadian bermulai saat korban melamar pekerjaan melalui media sosial. Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah nan menjadi letak kejadian," katanya.
Latif mengaku belum mengetahui pasti jenis pekerjaan nan dilamar oleh korban. Namun, korban mengaku diminta datang sekaligus menginap di rumah tersebut.
Selain dugaan penyekapan, polisi juga mendalami kemungkinan adanya tindak kekerasan seksual berasas keterangan awal nan disampaikan korban.
"Untuk jenis pekerjaan nan dilamar, kami tetap belum bisa memastikan. Namun berasas keterangan korban, dia melamar kerja lewat media sosial dan kemudian diminta datang serta menginap di rumah tersebut. Ada juga dugaan tindak pemerkosaan berasas keterangan awal korban," ungkap Latif.
Korban diduga mengenal pelaku melalui Facebook. Pelaku disebut berinisial FR, berumur sekitar 30 tahun. Saat petugas tiba di letak untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah lebih dulu melarikan diri.
"Pelaku tetap dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi, pelaku sudah tidak berada di TKP," kata Latif.
Kasus ini terungkap setelah pemilik rumah kontrakan datang memeriksa rumah lantaran masa sewa telah habis. Saat pintu diketuk, korban muncul meminta pertolongan dari dalam rumah nan disewa harian itu.
"Korban akhirnya bisa keluar dari rumah setelah pemilik kontrakan datang memeriksa rumah lantaran masa sewanya telah habis. Saat pemilik rumah mengetuk pintu, korban kemudian muncul dari dalam rumah. Dari hasil sementara, pelaku diduga merupakan pihak nan menyewa rumah tersebut selama kurang lebih tiga hari," katanya.
(mir/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·