Kenali indikasi malaria monyet (Plasmodium knowlesi) nan mulai terdeteksi di Asia Tenggara.(Dok. Magnific)
KASUS malaria monyet alias monkey malaria nan disebabkan oleh parasit Plasmodium knowlesi sekarang menjadi perhatian serius di area Asia Tenggara, termasuk Indonesia, setelah dilaporkan adanya penularan dari primata ke manusia melalui perantara nyamuk. Infeksi zoonotik ini menuntut kewaspadaan tinggi lantaran gejalanya nan menyerupai flu namun berisiko fatal jika terlambat ditangani.
Berdasarkan info World Health Organization (WHO), Plasmodium knowlesi secara alami hidup pada monyet ekor panjang dan kera. Namun, kerusakan ekosistem dan pembukaan lahan rimba meningkatkan hubungan manusia dengan kediaman satwa liar, nan memicu perpindahan parasit melalui gigitan nyamuk Anopheles nan terinfeksi.
Gejala nan Perlu Diwaspadai
WHO menjelaskan bahwa masa inkubasi parasit ini berkisar antara 10 hingga 15 hari setelah gigitan nyamuk. Gejala awal sering kali tidak spesifik dan mirip dengan penyakit malaria pada umumnya alias flu berat, di antaranya:
- Demam tinggi dan menggigil.
- Sakit kepala dahsyat dan nyeri otot.
- Tubuh terasa lemas, mual, hingga muntah.
- Diare.
Dalam kondisi nan lebih parah, pasien dapat mengalami komplikasi serius seperti gangguan pernapasan, anemia berat, kandas ginjal, hingga penurunan kesadaran.
Mekanisme Penularan dan Pencegahan
Penting untuk dipahami bahwa malaria monyet tidak menular secara langsung dari monyet ke manusia alias antarmanusia. Penularan absolut memerlukan vektor nyamuk Anopheles. Oleh lantaran itu, langkah pencegahan utama berfokus pada meminimalisir akibat gigitan nyamuk.
Panduan Pencegahan Malaria Monyet:
- Gunakan losion antinyamuk (repellent) secara rutin saat beraktivitas di luar ruangan.
- Kenakan busana tertutup (lengan panjang dan celana panjang) saat berada di area rimba alias perkebunan.
- Gunakan kelambu saat tidur, terutama di wilayah endemis.
- Segera lakukan pemeriksaan medis jika mengalami demam setelah berjalan ke area rimba alias wilayah tropis.
Para mahir kesehatan menekankan bahwa penemuan awal adalah kunci keselamatan. Mengingat sifat parasit Plasmodium knowlesi nan dapat berkembang sangat sigap di dalam darah manusia, penanganan medis nan sigap dan tepat dapat mencegah akibat kematian akibat jangkitan zoonotik ini.
"Malaria sebenarnya dapat dicegah andaikan akibat gigitan nyamuk dikurangi sejak awal," tulis laporan resmi WHO dan CDC mengenai strategi mitigasi penyakit menular di area tropis. (WHO/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·