Maliyah Berangkat Haji Usai 14 Tahun Menunggu, Kisah Haru dari Tegal

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Maliyah Berangkat Haji Usai 14 Tahun Menunggu, Kisah Haru dari Tegal Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen melepas kloter 1 dari kabupaten Tegal menuju Madinah dari Embarkasi Solo.(Pemprov jateng)

SETELAH menanti 14 tahun, akhirnya Maliyah, jemaah haji penduduk Margasari Kabupaten Tegal, akhirnya bisa melaksanakan ibadah haji. Meski menggunakan bangku roda, Maliyah tetap berterima kasih bisa berangkat haji lantaran sebelumnya sempat sakit. 

"Sempat opname. Tapi alhamdulillah sudah sembuh, dicek kesehatan tadi sudah bagus," kata dia.

Dia menuturkan, saat daftar haji dengan suami, tapi sudah meninggal 4 tahun lalu. "Sekarang berangkat dengan menantu,” ucap lansia berumur 75 tahun itu.

Pembimbing Ibadah Kloter 3 SOC asal Kabupaten Tegal, Ahmad Risyanto menyebut pelayanan haji tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya, terutama dalam pembagian kebutuhan jemaah, jasa administrasi, dan kejelasan alur keberangkatan.

“Untuk tahun ini saya kira dari sisi pelayanan sudah semakin baik,” katanya. 

Pelepasan kloter pertama jemaah haji Jawa Tengah itu dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Embarkasi Solo (Donohudan), Kabupaten Boyolali, Rabu (22/4/2026) dinihari pukul 01.05 wib. Acara pelepasan kloter pertama ini dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab, jejeran penyelenggara haji, unsur pemerintah daerah, serta sejumlah tokoh organisasi keagamaan.

Jemaah SOC 1 dari Kabupaten Tegal terbang menggunakan  pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 6101 menuju Madinah.  "Yang paling krusial diperhatikan di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH,” ujar Taj Yasin saat melepas 360 jemaah dari Kabupaten Tegal itu.

Berdasarkan info Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jateng, kuota jemaah haji Jawa Tengah tahun ini sebanyak 34.122 orang, meliputo 32.138 jemaah urut porsi, 1.706 jemaah prioritas lansia, 191 petugas haji daerah, dan 87 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).  

Jemaah haji Jawa Tengah pada musim haki 2026, diberangkatkan melalui dua embarkasi, ialah Solo dan Yogyakarta. Sebanyak 81 kloter diberangkatkan melalui Embarkasi Solo, sedangkan 15 kloter dari eks karesidenan Kedu dari Embarkasi Yogyakarta.

Wagub Taj Yasin berpesan kepada jemaah haji selama di Tanah Suci, untuk selali menjaga kesehatan, kekompakan, dan nama baik wilayah serta Indonesia. Juga mengikuti pengarahan pembimbing dan agenda nan telah disusun. 

Politisi PKB ini menekankan pentingnya menjaga kondisi bentuk sejak awal keberangkatan, mengingat perjalanan ibadah haji berjalan panjang, sekitar 40 hari. " Jadi kudu selalu jaga stamina, jaga kesehatan dan kekompakan," tandas dia.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Kusminar mengatakan, panitia telah melakukan pemeriksaan ulang secara komprehensif terhadap arsip resmi nan menyatakan keahlian calon jemaah dari aspek kesehatan (fisik dan mental) untuk menunaikan ibadah haji.

“Persiapan kita nan utama adalah melakukan cek kembali hasil istitha’ah dari seluruh jemaah,” ujarnya.

Ia menyebut kloter 1 dalam kondisi aman. Namun pada kloter 2 terdapat dua jemaah nan dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi, sedangkan pada kloter 3 dua jemaah diistirahatkan dan satu lainnya tetap diobservasi.

Dia katakan,  kondisi itu tidak otomatis membikin jemaah batal berangkat. Penentuan layak terbang dilakukan melalui asesmen unik oleh tim medis nan bersiaga 24 jam.

“Pemeriksaan kesehatan itu sangat krusial untuk menjaga jamaah di sana tetap sehat. Jadi berangkat sehat, pulang sehat,” katanya. (Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia