Masyarakat Jangan Panic Buying Meski Rupiah Anjlok ke Rp17.715

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Masyarakat Jangan Panic Buying Meski Rupiah Anjlok ke Rp17.715

Masyarakat Jangan Panic Buying Meski Rupiah Anjlok ke Rp17.715. (Foto :Okezone.com/Freepik)

MAKASSAR - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah lagi 48 poin alias 0,27% ke Rp17.715 per USD. Bank Indonesia (BI) pun mengimbau masyarakat tidak terburu-buru melakukan tindakan borong Dolar Amerika Serikat (AS) di tengah koreksi nilai tukar Rupiah. 

Otoritas moneter menilai tindakan panic buying di pasar kurs asing justru dapat memperparah volatilitas kurs, lantaran memicu lonjakan permintaan semu nan tidak didasarkan pada kebutuhan riil.

Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI, Ruth A. Cussoy Intama, menganalogikan kepanikan di pasar valas ini menyerupai perilaku berbelanja berlebihan (panic buying) nan sempat melanda masyarakat pada masa awal kedaruratan kesehatan dunia beberapa tahun silam.

“Mungkin sebelumnya adalah akibat beli ya transaksi spot gitu ya, namanya orang ya jika panik. Kita aja deh jika misalnya waktu Covid-19, apa sih nan dibeli oleh ibu-ibu? Pasti kan langsung nyiapin bahan makanan gitu ya, di rumah itu pasti langsung beras, minyak gitu ya,” ungkap Ruth dalam aktivitas Pelatihan Wartawan di Makassar, Jumat (22/5/2026).

Menurut Ruth, pola kekhawatiran serupa sekarang diadopsi oleh pelaku pasar valas. Contohnya, para orang tua nan mempunyai anak nan menempuh studi di luar negeri condong mempercepat pembelian dolar lantaran takut biaya hidup anak mereka bakal membengkak.

Kondisi nan sama juga menjangkiti para pelaku upaya di sektor riil, khususnya para importir nan mempunyai tanggungjawab pembayaran dalam mata duit asing.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com