Di tulisan sebelumnya, kita sudah membahas mengenai Perbedaan Windows Original, Bajakan, dan Belum Teraktivasi nan mana pada dasarnya bajakan alias tidak itu memang hanya dibedakan dari gimana langkah lisensi diaktivasi.
Namun kawan-kawan, sebenarnya lisensi Windows 11 original-pun tetap bisa dibagi menjadi beberapa sub kategori lagi loh, mulai dari lisensi resmi, original tapi palsu, dan edukasi, nah ini pada dasarnya memang tidak umum dan mungkin jarang pengguna tahu tapi mungkin juga sesekali pernah ditemui di beberapa kondisi.
Baca Juga : Mengenal Perbedaan MAK vs KMS di Jenis Key Lisensi Volume di OS Windows
Terkait perihal tersebut, dikarenakan mungkin tetap banyak pengguna Windows 11 nan belum memahami perbedaan antara lisensi resmi, “aspal”, dan edukasi.
Lisensi Resmi : Aman Dan Legal
Nah lisensi resmi adalah lisensi nan betul benar dikeluarkan langsung oleh Microsoft dan digunakan sesuai dengan ketentuan nan berlaku.
Di WinPoin kita juga pernah membahas bahwa jenis lisensi ini terbagi menjadi beberapa kategori, seperti Retail (dibeli secara mandiri), OEM (bawaan perangkat) dan tidak bisa dipindah ke perangkat lain, dan Volume License (MAK Key dan KMS) nan biasanya dipakai perusahaan dan pendidikan.
Pengguna dengan lisensi resmi bakal mendapatkan aktivasi permanen, pembaruan sistem secara penuh, support resmi dan perlindungan keamanan nan optimal.

Baca Juga : Kenali Jenis Lisensi OEM, Retail dan Volume di Windows 10
Untuk retail, lisensi ini bisa dibeli langsung di Microsoft Store alias Distributor resmi Microsoft, harganya bisa sekitar Rp2999.999 untuk Home dan Rp4299.999 untuk Pro tergantung region. Untuk OEM umumnya sudah terinstall di perangkat (biasanya Windows 11 Home SL, alias Pro di beberapa kondisi) dan Volume biasanya merupakan lisensi untuk perusahaan alias sekolah (yang kadang diaktivasi via server khusus) dan kadang memerlukan reaktivasi tiap beberapa waktu sekali.
Untuk mengecek jenis lisensi ini, Anda bisa buka Powershell alias Command Prompt dan ketik perintah slmgr /dlv.

Nanti Anda bakal memandang jenis lisensi, apakah itu OEM, Retail alias Volume.
Lisensi Aspal
Nah untuk jenis lisensi ini sering kita lihat bertebaran di marketplace, istilah aspal sendiri merupakan original tapi tiruan nan merujuk pada lisensi nan secara teknis bisa digunakan untuk aktivasi, tetapi tidak sesuai dengan patokan penggunaan.

Secara teknis lisensi ini memang asli, namun sumbernya bisa berasal dari lisensi volume perusahaan nan disalahgunakan, lisensi edukasi nan dijual ulang, alias key dari wilayah alias negara lain nan tidak sesuai distribusinya.
Biasanya lisensi ini dijual dengan nilai nan sangat murah dan aktivasinya kadang memerlukan VPN alias langkah tambahan, tapi tidak jarang juga key aspal murah ini bisa diaktivasi secara langsung.
Lisensi ini memang murah banget, tapi ada resiko-nya juga, lantaran bisa jadi lisensi deaktivasi sewaktu-waktu, tidak adanya support resmi dari Microsoft hingga kemungkinan pelanggaran hukum.
Jika Anda pelaku bisnis, ada baiknya hindari lisensi ini, lantaran bayangin, Anda beli banyak untuk perusahaan dan rupanya ada masalah pada sistem, ketika Anda menghubungi Microsoft untuk minta dukungan, kelak bisa jadi ini bakal menyebabkan masalah tambahan lantaran lisensi bukan didapatkan secara resmi.
Lisensi Edukasi
Nah untuk ini kasusnya bisa dibilang nyaris mirip Enterprise unik dan bersyarat. Biasanya Lisensi edukasi merupakan lisensi unik nan diberikan kepada pelajar, mahasiswa, dan tenaga pengajar baik di Kampus alias Sekolah.
Versi ini biasanya datang dalam corak Windows 11 Education nan mempunyai fitur cukup lengkap, selain itu lisensi ini bisa didapatkan secara cuma-cuma alias dengan nilai sangat terjangkau melalui lembaga pendidikan, namun penggunaannya dibatasi hanya untuk keperluan akademik saja.
Selain itu, jika status sebagai pelajar alias tenaga pengajar sudah tidak berlaku, maka akses terhadap lisensi ini juga bisa dihentikan tergantung kebijakan masing-masing institusi.
Lisensi ini mungkin bakal sering Anda temukan di managed device di perpustakaan, lab komputer, perangkat inventaris pembimbing alias pengajar dan perangkat inventaris resmi lembaga pendidikan lainnya nan telah bekerjasama dengan Microsoft.
Untuk aktivasinya sendiri sama seperti jenis Enterprise dan biasanya via server kampus, misalkan dengan perintah slmgr /skms kmsxx.xx.ac.id alias kmsxx.xx.sch.id dan perlu diaktivasi ulang tiap beberapa waktu lantaran juga masuk ke jenis lisensi Volume, namun tidak jarang juga ada lisensi Educations permanent via Product Key nan didapatkan via Azure Education dan diaktivasi langsung dari server Microsoft.
Nah apakah apakah Anda saat ini menjadi pengguna lisensi, Retail, OEM, Volume? komen dibawah guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·