Men-LH Akui Malu Banjarbaru Berstatus Kota Kotor

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Men-LH Akui Malu Banjarbaru Berstatus Kota Kotor MENTERI Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, merasa Banjarbaru, tempat dia berasal berstatus kota kotor dan tidak bisa meraih Adipura.(MI/Denny)

MENTERI Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, merasa Banjarbaru, tempat dia berasal berstatus kota kotor dan tidak bisa meraih Adipura.

Hal ini diungkapnya Hanif saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis (9/4). Dalam kunjungan tersebut, Hanif menyambangi Komplek Rina Karya, RT 03 RW 04, Kelurahan Guntung Paikat di Kota Banjarbaru, nan menjadi proyek percontohan (pilot project) pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

"Masalah sampah ini menjadi prioritas pemerintah, merupakan emerging issue nan menjadi perhatian besar Presiden, sehingga pemda kudu mendukung jangan kemudian bekerja sendiri tanpa mengindahkan pengarahan dari pimpinan," tegas Hanif di depan Wali Kota, Camat Lurah dan RT/RW se Kota Banjarbaru.

Pemerintah wilayah tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat rukun tetangga (RT) kudu mendukung dan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat agar sasaran program pembangunan nasional dapat berhasil.

"Jangan ada muatan politik, ini kerja berbareng apa nan menjadi perintah wali kota itu sejatinya memang perintah dari pemerintah pusat jika bapak-bapak semua, kemudian mempunyai sistem nan berbeda maka kemana kita bakal membawa tujuan pembangunan kita," lanjutnya.

Menurut Hanif penanganan sampah kudu ditangani berbareng dan masif melibatkan masyarakat. Dikatakan Hanif dirinya kecewa dan malu, Kota Banjarbaru sekarang masuk kategori kota kotor dengan nilai 49 sehingga jauh dari upaya mendapatkan penghargaan Adipura.

"Mau ditaruh dimana muka saya, Kota Banjarbaru ini adalah kota asal saya, tempat tinggal saya, tapi kotanya kotor. Padahal geografis kota nan mini dan berstatus ibukota Provinsi Kalsel lebih mudah untuk ditata dibanding kota lain seperti Banjarmasin nan kompleks," ujar Hanif sembari meminta para pejabat untuk turun ke lapangan berbareng masyarakat membenahi lingkungan terutama sampah.

Ia menekankan bahwa Banjarbaru mempunyai struktur kota nan ideal untuk manajemen lingkungan nan efektif. Hanif mendorong agar Pemerintah Kota Banjarbaru terus meningkatkan upaya penanganan sampah demi menghadirkan kota nan sehat dan bersih sesuai petunjuk undang-undang. "Kota ini wajib meningkatkan keahlian pengelolaan lingkungan sehingga meraih Adipura," kata Hanif.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyambut baik support Menteri LH tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bergerak sendiri dalam menuntaskan persoalan sampah tanpa keterlibatan aktif masyarakat serta perangkat wilayah seperti Lurah dan Camat. "Kami mengapresiasi support dan support sarana dari Bapak Menteri. Ini menjadi PR bagi kami untuk memastikan Banjarbaru betul-betul menjadi kota nan elok sesuai visi misi kita. Mari kita bersama-sama konsen pada persoalan sampah ini," ucap Wali Kota Lisa Halaby menambahkan.

Kunjungan Menteri LH, Hanif Faisol Nurafiq diselingi penyerahan beragam sarana pengolahan sampah kepada sejumlah kelurahan di Kota Banjarbaru. (DY/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia