Mendagri Tinjau Pembangunan Pusat Pemerintahan di Papua Barat Daya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Mendagri Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung progres pembangunan Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP) Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Barat Daya saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat Daya, Senin (27/4).

Dalam peninjauan tersebut, Mendagri didampingi Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, jejeran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Barat Daya, serta sejumlah ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP OKP).

Mendagri menyimak laporan Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Papua Barat Corneles Sagrim mengenai progres terkini pembangunan KPP DOB Papua Barat Daya. Selain itu, Mendagri juga berbincang langsung untuk memastikan percepatan pembangunan dapat terus dioptimalkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporannya, Sagrim menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Kantor Gubernur Papua Barat Daya telah mencapai 100 persen. Begitu pula dengan Kantor DPRP Papua Barat Daya dan Majelis Rakyat Papua Barat Daya nan telah mencapai 100 persen.

"Pekerjaan kick-off pekerjaan pembangunan Kawasan Pusat Pemerintahan DOB Papua Barat Daya sudah dimulai pada bulan September 2024 ditandai dengan peletakan batu pertama alias groundbreaking oleh Wakil Presiden ke-13 Bapak Ma'ruf Amin," ujar Sagrim.

Menanggapi laporan tersebut, Mendagri menyampaikan apresiasinya atas progres sigap pembangunan prasarana KPP DOB Papua Barat Daya. Ia juga menegaskan bahwa andaikan gedung telah siap, maka dapat segera difungsikan. Sebab, kata Mendagri, dengan dioperasionalisasikannya akomodasi tersebut bakal membikin penyelenggaraan pemerintahan lebih optimal.

"Kalau seandainya terlalu lama menunggu nan lain juga dipakai, maka takutnya kelak rusak. Tapi jika [gedung telah dapat] dipakai, di situ ada orang, itu paling tidak bersih-bersih, paling tidak begitu," ucap Mendagri.

(har)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional