Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian nan juga Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengatakan, pemulihan wilayah terdampak banjir di Pulau Sumatera terus menunjukkan perkembangan positif.
Berdasarkan info per 24 Mei 2026, kebanyakan wilayah terdampak di tiga provinsi sekarang telah berangsur normal.
Tito menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja berbareng antara pemerintah pusat dan pemerintah wilayah sejak masa darurat, tanggap darurat, hingga masa transisi menuju pemulihan.
Selain itu, seluruh pengungsi dipastikan tidak lagi tinggal di tenda pengungsian, melainkan telah menempati kediaman sementara (huntara) maupun memanfaatkan Dana Tunggu Hunian (DTH).
"Untuk Sumatera Barat ini, dari 16 (kabupaten/kota) nan terdampak, 13 ini sudah normal, 80 persen, kemudian juga tetap ada yang, belum normal tapi mendekati, terutama di Tanah Datar. Kemudian nan perlu atensi kita semua untuk Agam dan Padang Pariaman," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera di Kediaman Widya Chandra, Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Untuk Provinsi Sumatera Utara, dia menuturkan, dari 19 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 16 wilayah telah kembali normal. Satu daerah, ialah Tapanuli Selatan, mendekati normal, sementara dua wilayah lain nan tetap memerlukan perhatian adalah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara.
Sementara itu, di Provinsi Aceh, dari 18 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 10 wilayah telah kembali normal.
Untuk Gayo Lues, kondisinya telah mendekati normal. Sedangkan tujuh wilayah nan tetap memerlukan atensi meliputi Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·