loading...
Huawei Mate X7 resmi dipasarkan di Indonesia, mendobrak dugaan bahwa ponsel layar lipat itu ringkih dengan membuktikan ketangguhannya di medan luar ruangan, mulai dari air, tanah, hingga debu. Foto: Sindonews/Danang Arradian
JAKARTA - Selama ini, ponsel pandai layar lipat (foldable smartphone) selalu diidentikkan dengan perangkat mewah kaum pelaksana nan hanya kondusif digunakan di atas meja kerja berlapis kaca alias di dalam ruang rapat ber-AC.
Stigmanya jelas: ponsel lipat itu ringkih, rentan rusak jika terkena debu, dan musuh terbesarnya adalah air.
Namun, Huawei resmi menghancurkan mitos tersebut lewat peluncuran Huawei Mate X7 di Indonesia, Kamis (5/3). Mereka tidak sekadar menjual kreasi tipis, tapi memperkenalkan konsep baru: ponsel lipat nan “bandel” diajak berinteraksi dengan air, tanah, dan debu di lingkungan luar ruangan (outdoor).
Mengenal Baju Zirah Mate X7
.jpg)
Melihat tren pasar ponsel flagship 2026, konsumen mulai jenuh dengan gawai mahal nan kudu diperlakukan seperti bayi. Huawei menjawabnya dengan mengusung konsep arsitektur nan sangat kuat (Ultra-Reliable Foldable Architecture).
Layar bagian luar ponsel ini tidak lagi menggunakan kaca biasa, melainkan dilapisi oleh Crystal Armour Kunlun Glass nan dirancang unik untuk menahan goresan barang tajam.
Sementara struktur bagian dalamnya menggunakan tiga lapis material komposit (3-layer composite ultra-tough structure) nan berfaedah sebagai alas peredam tumbukan jika ponsel tidak sengaja terjatuh.
Untuk urusan buka-tutup layar, engsel presisi canggih (advanced precision hinge) menjamin sistem lipatan tetap stabil untuk jangka waktu nan sangat lama. Menariknya, di saat ponsel ini dibuka secara penuh, ketebalannya hanya 4,5 milimeter—membuatnya sangat ringkas namun tetap kokoh di genggaman.
Ketangguhan paling radikal dari ponsel ini adalah kemampuannya menahan air. Mate X7 menjadi ponsel lipat pertama nan mengantongi dua sertifikasi perlindungan level tinggi sekaligus.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·