Mengapa Suara Ibu Bisa Memberikan Efek Menenangkan? Ini Penjelasan Psikolog

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Mengapa Suara Ibu Bisa Memberikan Efek Menenangkan? Ini Penjelasan Psikolog Suara ibu terbukti secara ilmiah bisa menurunkan hormon stres dan memicu oksitosin.(Dok. Magnific)

MENDENGAR suara ibu terbukti secara ilmiah bisa memberikan pengaruh menenangkan dan menurunkan kadar stres seseorang melalui reaksi biologis di dalam otak. Psikolog Susan Albers dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi lantaran adanya pelepasan hormon oksitosin nan memicu rasa kondusif dan nyaman sejak dalam kandungan.

Mendengar bunyi ibu bukan sekadar pemuas rasa rindu, melainkan mempunyai akibat nyata terhadap kondisi psikologis dan biologis seseorang. Hal ini menjelaskan kenapa banyak orang secara spontan memilih menelepon ibu mereka saat berada dalam situasi susah alias merasa cemas.

Menurut psikolog dari Cleveland Clinic, Susan Albers, ikatan emosional ini sudah terbentuk jauh sebelum seseorang lahir ke dunia. Otak manusia telah terprogram untuk mengenali bunyi ibu sebagai simbol perlindungan.

“Bayi bisa mendengar dan mengenal bunyi ibu mereka apalagi sejak dalam kandungan. Inilah kenapa bunyi ibu terasa begitu menenangkan sejak awal kehidupan,” jelas Albers, dilansir dari laman resmi Cleveland Clinic, Kamis (14/5).

Pemicu Hormon Kebahagiaan

Lebih lanjut, Albers memaparkan bahwa bunyi ibu memicu reaksi kimia di dalam tubuh, ialah pelepasan hormon oksitosin. Hormon ini bertanggung jawab atas munculnya emosi cinta, kedekatan, dan kepercayaan. Secara bersamaan, kehadiran bunyi ibu bisa menekan hormon kortisol alias hormon stres.

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa pengaruh ini jauh lebih kuat melalui komunikasi bunyi dibandingkan pesan teks. Otak manusia jauh lebih responsif terhadap intonasi, kehangatan, dan nada bunyi daripada sekadar membaca kata-kata di layar ponsel.

“Jika tidak bisa berjumpa langsung, menelepon tetap bisa membantu memberikan rasa nyaman,” ujar Albers.

Manfaat Dua Arah

Albers juga menyarankan agar seseorang menyimpan pesan suara (voice note) dari ibu sebagai "pengingat emosional" saat merasa kesenyapan alias tertekan. Memori bunyi tersebut dapat beralih bentuk menjadi perbincangan internal nan menenangkan di saat stres melanda.

Efek positif ini rupanya tidak berkarakter satu arah. Mendengar bunyi anak juga memberikan rasa senang dan kenyamanan serupa bagi seorang ibu. Komunikasi sederhana ini menjadi corak support emosional nan sangat berfaedah di tengah tekanan kehidupan modern nan serba cepat. (Cleveland Clinic/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia