
Fenomena Lipstick Effect ramai diperbincangkan di media sosial saat rupiah melemah. (Foto: Freepik)
FENOMENA lipstick effect gempar dibahas di media sosial saat ini. Lipstick effect ramai dibahas kala rupiah melemah.
Kenaikan dolar memang menunjukkan lemahnya rupiah. Kondisi ekonomi pun disebut makin berat hingga dikaitkan dengan kejadian lipstick effect di mana menunjukkan gimana kondisi pusat perbelanjaan, restoran, hingga cafe mahal tetap ramai meski rupiah melemah.

1. Lipstick Effect
Menurut penjelasan dari cuitan akun X @TwipsX, istilah lipstick effect sendiri pertama kali terkenal setelah diamati oleh perusahaan kosmetik Estee Lauder saat Amerika Serikat mengalami resesi pada 2001 pasca tragedi 9/11.
“Kalian ngerasa nggak sih, mall tetap rame, antrean kopi tetap panjang, restoran tetap penuh. Padahal rupiah lagi di titik terlemah sepanjang sejarah dan ekonomi lagi susah,” tulis akun tersebut.
Kala itu, penjualan peralatan mewah besar seperti mobil alias produk premium mengalami penurunan. Namun di sisi lain, produk-produk mini seperti lipstik dan kosmetik, justru mengalami kenaikan penjualan.
Fenomena ini kemudian digunakan untuk menggambarkan perilaku masyarakat saat kondis ekonomi sulit. Masyarakat memang tidak membeli peralatan mahal alias pengeluaran besar, tapi tetap membeli intermezo mini nan dianggap tetap terjangkau.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin women lainnya
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·