Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch Irfan Yusuf mengatakan penerapan sistem "war tiket" bagi penyelenggaraan haji di Indonesia tetap dalam tahap wacana dan pembahasan.
Ia memastikan sistem tersebut juga tidak bakal menghapus antrean jemaah nan sudah terdaftar.
"Tapi ini udah itu tetap wacana. Jadi jemaah enggak perlu takut, wah kelak saya udah antri 10 tahun kok dihanguskan, enggak, enggak," kata Irfan usai rapat dengan Komisi VIII DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas antrian tidak bakal kita hanguskan. Itu tetap jadi buat jemaah-jemaah nan udah antri 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun enggak perlu khawatir," imbuh dia.
Menurutnya, dibutuhkan terobosan untuk memangkas antrean calon jemaah haji Indonesia nan terlalu panjang.
Ia mengatakan rencana itu memerlukan pembahasan dengan beragam pihak mengenai seperti DPR, pelaku upaya haji dan jemaah. Keputusannya pun tidak bakal diambil dalam waktu dekat.
"Pembahasan tetap bakal jalan hanya mungkin istilahnya bukan war-ticket apa-apalah istilahnya ya," katanya.
Irfan awalnya mengungkap wacana war tiket haji itu beberapa waktu lalu.
Usulan itu dimaksudkan sebagai solusi agar calon jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama untuk berangkat ke Tanah Suci.
"Muncul pemikiran apakah perlu antrean nan begitu lama? Apakah tidak perlu dipikirkan gimana kita kembali ke era sebelum ada BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). Sebelum ada BPKH, insya Allah tidak ada antrean," ujar Menhaj dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2025 M nan berjalan di Asrama Haji Grand El Hajj (Asrama Haji Cipondoh), Tangerang, Banten pada Rabu (8/4).
Namun, usulan itu mendapat banyak kritik dari sejumlah pihak.
(yoa/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·