Menlu AS Marco Rubio Ungkap Kemajuan Situasi Iran dan Selat Hormuz

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Menlu AS Marco Rubio Ungkap Kemajuan Situasi Iran dan Selat Hormuz Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio (kanan) dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu (8/4/2026).(Anadolu Ajansi/Celal Güneş)

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan adanya "sedikit kemajuan" dalam situasi mengenai Iran dan ketegangan di Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan Rubio menjelang pertemuan tingkat menteri luar negeri personil NATO berbareng Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, pada Jumat (22/5/2026).

"Ada sedikit kemajuan. Saya tidak mau melebih-lebihkan, tetapi ada sedikit pergerakan dan itu perihal nan baik," ujar Rubio kepada awak media. Meski demikian, dia menegaskan bahwa posisi dasar Washington tidak berubah: Iran dilarang keras mempunyai senjata nuklir.

Isu Nuklir dan Pengayaan Uranium

Rubio menekankan bahwa Amerika Serikat tetap memantau hasil pembahasan nan sedang berjalan mengenai program nuklir Teheran. Fokus utama Washington saat ini adalah penyelesaian masalah pengayaan uranium dan persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi nan dimiliki Iran.

Poin Utama AS:

  • Iran tidak boleh mempunyai senjata nuklir.
  • Masalah persediaan uranium pengayaan tinggi kudu segera diselesaikan.
  • Kebebasan navigasi di Selat Hormuz adalah nilai mati.

Tudingan "Sistem Pungutan" di Selat Hormuz

Selain rumor nuklir, Rubio melontarkan tuduhan serius terhadap Teheran. Ia menyebut Iran berupaya menciptakan "sistem pungutan" di Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran vital dunia. Iran juga disebut mencoba membujuk Oman untuk berasosiasi dalam inisiatif tersebut.

"Tidak ada negara di bumi nan semestinya menerima perihal itu," tegas Rubio. Ia memperingatkan bahwa jika praktik semacam itu dibiarkan terjadi di Selat Hormuz, maka pola serupa dapat mereplikasi diri di wilayah strategis lainnya di seluruh dunia.

Ujian bagi PBB

Saat ini, Amerika Serikat tengah menggalang support internasional melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai resolusi nan disponsori oleh Bahrain mengenai rumor navigasi tersebut. Rubio mengaku telah mendapatkan support luas, namun dia tetap skeptis terhadap dinamika di Dewan Keamanan PBB.

"Mari kita lihat apakah PBB tetap berfungsi," sindirnya, merujuk pada adanya personil Dewan Keamanan nan mempertimbangkan untuk menggunakan kewenangan veto terhadap resolusi tersebut.

Dukungan NATO

Senada dengan Rubio, Sekjen NATO Mark Rutte menyatakan bahwa pertemuan para menteri luar negeri ini bakal memprioritaskan pembahasan mengenai shopping pertahanan, situasi di Ukraina, serta kebebasan navigasi nan sekarang terancam oleh aktivitas Iran.

"Saya mendengar dari banyak kolega bahwa tidak dapat diterima jika kebebasan navigasi diinjak-injak seperti nan terjadi saat ini," pungkas Rutte. (Ant/Anadolu/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia