PM Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan).(X)
Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah, berbincang via telepon dengan Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Abbas Araghchi, membahas perkembangan situasi terkini di Kawasan Timur Tengah.
Dalam panggilan telepon Menlu Iran kepada Menlu Saudi pada Rabu (8/4), keduanya meninjau perkembangan terkini, dan membahas cara-cara untuk mengurangi ketegangan guna memulihkan keamanan dan stabilitas di area tersebut, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi di akun resminya di X, pada Kamis (9/4).
Sebelumnya pada hari nan sama, Kementerian Luar Negeri Saudi, sebagaimana dikutip oleh Kantor Berita Rusia Sputnik/RIA Novosti, juga menyampaikan support Arab Saudi terhadap tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pernyataan tersebut, Arab Saudi menyatakan angan agar permusuhan di area tersebut dihentikan secara menyeluruh.
"Kementerian Luar Negeri menyambut baik pernyataan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif mengenai tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai gencatan senjata," menurut pernyataan kementerian tersebut.
Pada Selasa malam, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua minggu dengan Iran, dan memastikan bahwa Iran juga telah setuju untuk membuka Selat Hormuz.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian mengatakan bahwa Teheran bakal memulai perundingan dengan AS pada Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·