Mensos Datangi KPK Terkait Polemik Sepatu Sekolah Rakyat Besok

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau nan berkawan disapa Gus Ipul dijadwalkan bakal mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (8/5), besok pukul 10.00 WIB.

Kedatangan Gus Ipul dan jajarannya ini bermaksud untuk meminta arahan, masukan, sekaligus menjelaskan proses pengadaan sepatu pada program Sekolah Rakyat nan belakangan menjadi sorotan publik.

Gus Ipul berambisi pertemuan tersebut dapat menjadi ruang transparansi agar proses pengadaan di instansinya melangkah sesuai dengan koridor norma nan berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang rencananya hari ini, tapi kebetulan ditunda besok jam 10.00. Ya, kami berbareng Pak Wamen, Pak Sekjen bakal silaturahmi ke KPK untuk minta nasihat, minta masukan, sekaligus juga kita bakal memberikan info tentang proses-proses pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial," ujar Gus Ipul dalam siaran CNN Indonesia TV, Kamis (7/5).

Gus Ipul mengatakan secara proaktif telah menginstruksikan pembentukan tim pengawas campuran guna mengusut tuntas polemik tersebut secara internal.

"Nah, dalam rangka itu hari ini tadi kami membikin tim unik untuk mendalami isu-isu pengadaan nan kita tahu ya, di beragam pemberitaan dan medsos. Saya menunjuk Pak Wamen dan Pak Irjen untuk melakukan penelusuran, pendalaman, dan melaporkannya dalam minggu depan," ujarnya.

Hal serupa juga ditekankan oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono.

Ia menjelaskan bahwa inisiatif mendatangi KPK ini merupakan langkah pencegahan awal untuk memastikan tidak ada celah penyelewengan duit negara.

"Jadi rencananya memang besok kita mau ke KPK untuk meminta saran ya, meminta masukan agar dalam program pengadaan itu tidak bakal menimbulkan masalah-masalah. Paling tidak kita bisa melakukan pencegahan-pencegahan, lantaran kemudian kita juga melibatkan lembaga-lembaga penegak hukum," kata Agus.

Agus juga menanggapi mengenai polemik anggaran sepatu Sekolah Rakyat sebesar Rp27 miliar nan belakangan disorot publik lantaran diduga meyentuh nilai Rp700 ribu per pasang.

Agus memastikan bahwa nominal itu bukanlah nilai beli, melainkan sekadar pemisah anggaran maksimal alias pagu.

Ia juga mengatakan bahwa sepatu senilai Rp700 ribu tersebut bukanlah sepatu harian biasa, melainkan sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL) nan mempunyai standar kekuatan khusus.

"Tetapi kemudian di dalam pagu ya, rencana anggaran Kemensos untuk pengadaan sepatu ada nan nilainya 700. Sepatu apakah itu? Yaitu sepatu PDL. nan tentunya spesifikasinya berbeda dengan sepatu harian. Karena di situ ada banyak komponen ya, ada banyak komponen nan tentunya berbeda dengan sepatu harian," ujar Agus.

Agus juga menekankan bahwa nilai pagu tersebut tetap bakal disesuaikan dengan nilai riil di pasar pada saat proses pelelangan berjalan, dengan prinsip mencari nilai nan paling efisien tanpa mengorbankan kualitas.

"Itu pagunya, itu pagunya, bukan nilai riil. Jadi kelak kan ada proses kita melakukan orientasi, orientasi pasar, nilai saat ini berapa. Tentunya pada waktu lelang ya, PPK itu bakal memilih gitu loh, perusahaan-perusahaan alias vendor-vendor nan harganya paling murah tetapi tidak keluar dari spesifikasi," ujar Agus.

"Jadi ini belum realisasi, ini baru pagu, baru rencana anggaran gitu loh," sambungnya.

(fra/kna/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional