Menteri Agama Buka Suara soal Kurban Sapi Prabowo

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Agama Nasaruddin Umar turut merespons soal penyaluran 1.098 sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha tahun ini.

Nasaruddin tidak merespons mengenai sumber biaya sapi kurban dari Presiden, namun menekankan gimana pada saat seremoni Iduladha tidak boleh ada orang nan kelaparan. Ia menjelaskan semangat Iduladha sama dengan Idulfitri, ialah memastikan masyarakat dapat menikmati makanan pada hari raya.

"Kita tujuannya Idulqurban itu sama dengan Idulfitri. Kata Rasulullah SAW, tidak boleh ada orang nan kelaparan, tidak makan pada hari raya Ied," ujarnya di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (28/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nasaruddin, jika pada Lebaran masyarakat didorong terpenuhi kebutuhan karbohidrat melalui amal fitrah, maka pada Iduladha kebutuhan itu dilengkapi lewat protein hewani dari daging kurban.

"Zakat fitrah itu bermaksud untuk semua kudu kenyang pada hari raya idulfitri dengan langkah mengkonsumsi karbohidrat. Untuk Iduladha pasangannya adalah protein hewani. Diharapkan pada bulan-bulan kurban ini tidak ada orang nan tidak mengonsumsi daging," ujar Nasaruddin.

Ia juga mengatakan pemberian hewan kurban terbuka bagi siapa saja, termasuk non-Muslim, selama tujuannya membantu masyarakat nan membutuhkan.

Biaya pengadaan 1.098 sapi kurban presiden tahun ini menghabiskan anggaran sekitar Rp100 miliar nan berasal dari APBN melalui program support kemasyarakatan presiden.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiontoro mengatakan program tersebut telah berjalan sejak lama dari tahun ke tahun.

"Maksud dari sapi kurban dari Presiden adalah support pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya agar penduduk nan memerlukan dapat merayakan Iduladha dengan menyembelih hewan kurban bersama," ujar Juri dalam keterangannya, Rabu (27/5).

Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut pembelian hewan kurban oleh Presiden menggunakan APBN tidak bermasalah dalam norma Islam.

"Dalam konteks bernegara saat ini, APBN bertindak sebagai Baitul Mal modern, sehingga kurban dari negara ini ditujukan murni untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat luas. Secara syar'i tidak ada soal," ujar Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh dalam keterangannya, Rabu (27/5).

(dhz/har)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional