Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan kunjungan langsung ke letak calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (3/5).
Hal ini dia lakukan dalam rangka mempercepat program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun program BSPS di Jawa Timur tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Total penerima mencapai 33 ribu kepala family (KK), jauh meningkat dari tahun sebelumnya nan hanya sekitar 3.000 unit.
"Peningkatannya sangat besar, tahun lampau 3.000, sekarang di Jawa Timur mencapai 33.000 rumah," kata Maruarar saat meninjau letak di Surabaya, seperti diberitakan Antara.
Ia menjelaskan, setiap penerima mendapatkan support sebesar Rp20 juta per unit rumah. Perinciannya, Rp17,5 juta dialokasikan untuk pembelian material bangunan, sedangkan Rp2,5 juta digunakan untuk bayaran tenaga kerja.
Program ini tidak hanya bermaksud meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga mendorong perekonomian masyarakat. Dengan dugaan setiap rumah dikerjakan oleh tiga pekerja, program BSPS berpotensi menyerap hingga 99 ribu tenaga kerja.
"Kalau 33 ribu rumah dikerjakan tiga orang, berfaedah nyaris 99 ribu tenaga kerja terlibat. Ini dampaknya besar terhadap ekonomi," kata Maruarar.
Selain meninjau lokasi, Maruarar juga menyosialisasikan program pemberdayaan ekonomi, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan PNM Mekar. Sosialisasi ini menyasar pelaku upaya ultra mikro, terutama kaum perempuan.
Maruarar menilai, banyak wanita di Surabaya menunjukkan ketangguhan dalam menopang ekonomi family melalui upaya mini dengan penghasilan sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan.
Dalam aktivitas tersebut, turut datang personil Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, nan mengawal penyaluran program. Dari total penerima BSPS di Jawa Timur, sekitar 1.200 KK berasal dari Surabaya, dengan lebih dari separuhnya telah terverifikasi.
Hingga awal Mei, sekitar 600 penerima di Surabaya sudah terverifikasi dan bakal dipercepat prosesnya agar sesuai target.
Bambang mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto nan dinilai pro-rakyat, termasuk program pembangunan tiga juta rumah nan ditargetkan selesai secara berjenjang hingga 2026.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga menyampaikan support dan apresiasi terhadap penyelenggaraan program nan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
BSPS merupakan program Kementerian PKP dengan tujuan meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) melalui support stimulan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Bantuan konsentrasi pada pada penyediaan bahan bangunan.
(rti)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·